
Yah mau gimana lagi. Ini termasuk cara paling murah karena tidak semua orang pakai internet, bahkan sebelum zaman internet tak semua orang rajin memanfaatkan Halaman Kuning. Sebetulnya cara promo vandalistis penyedot WC, yang nempel stiker di mana-mana, itu ampuh (sekaligus ngeselin).

Sudah lama ada. Permen cokelat berupa kerikil dari Korea Selatan. Menariknya, importir sekarang juga memasukkan dalam kantong kecil (isi 40 gram) yang lebih murah, sekitar Rp 6.000-an per kemasan. Mungkin mereka mengimpor secara bulk, lalu dikemas di sini dalam bahasa Indonesia. Mungkin lho. :) Namanya: “cokelat bentuk batu”. Inggrisnya sih “fun stones chocolate”. :)
*) Klip hanya untuk pembanding ukuran, bukan bagian dari isi | Bukan iklan/titipan.

Jika merujuk perparkiran, maka meja kasir toko buah ini ditata secara paralel, bukan serong. Kalau sedang ramai pembeli, pengularan pengantre agak merepotkan, berbeda dari antrean kasir pada kasir jejer. Ini seperti kita mengantre bensin ketika mobil terdepan sudah berlalu, sehngga pompa stasiun BBM-nya nganggur, tapi pompa di belakangnya masih dihuni mobil yang mengisi tangki secara penuh. Saya menduga ini adalah solusi spasial (keruangan) desainer interior sebagai respon terhadap kondisi ruang toko.

Terkabar sudah lama jeruk Jaffa masuk Indonesia, melalui negara perantara. Menariknya, sejauh saya tahu, iklan dan katalog pasar swalayan tak pernah menyebutkannya sebagai “jeruk Jaffa” maupun “jeruk Israel”. Konsumen mengiranya sebagai jeruk Cina atau California; tapi tanyalah pedagang buah, umumnya mereka tahu saat kulakan. Soal Israel dan Yahudi memang bisa peka bisa biasa, bergantung konteks dan selera. (Lihat: Grafiti PSKD) :D