
Tukang sol ini berkeliling dari kompleks ke kompleks. Aku amati kebanyakan pasiennya adalah perempuan. Apa karena sepatu perempuan gampang rusak? Sepatu mereka lebih banyak daripada pria, jadi mestinya lebih gampang memensiun si alas kaki.
Bisa juga persoalannya fashion. Kebanyakan sepatu wanita nggak dirancang sebagai walking shoes, padahal umumnya busana wanita kerja menuntut sepatu yang sesuai. Kalau pria sih bisa cuek. Seorang direktur kayak Totot, misalnya, bisa pakai setelan hitam-hitam (baju ala Nehru) tapi pakai sneakers.
Entah siapa pernah bilang, “Berbahagialah wanita kerja yang naik mobil dari carport, turun di lobi kantor. Sepatunya akan awet.” Huh!

One Comment
sol sepatu merupakan kepentingan pada saat sekarang ini karna kalo ga ada tukang sol maka kita harus membeli baru untung sjs sds tuksng sol kita tidak membeli baru karna bisa di perbaiki.bayangin aja dalan sebulan kita harus beli berapa sepatu baru kalo ga ada tukang sol,kbtw emang siapa sih penemu sol sepatu itu..?