Daus yang cendekia itu mengaku nggak kenal kawasan bermukimnya, makanya malu. Aku juga kurang mengenal kawasan itu. Rasanya sih segala urusan ada di DKI. Eh, segala? Nggak sih. Banyak, gitu.

Daus yang cendekia itu mengaku nggak kenal kawasan bermukimnya, makanya malu. Aku juga kurang mengenal kawasan itu. Rasanya sih segala urusan ada di DKI. Eh, segala? Nggak sih. Banyak, gitu.

This entry was written by Antyo, posted on August 14, 2007 at 01:08.
Filed under Blog, Perjalanan.
Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Hanya sebuah memo. Tak penting, tapi boleh dibaca. Kenapa?
![]()
Kini saya dua gunakan ponsel Nokia seharga masing-masing Rp 245.000 dan Rp 535.000… Ponsel boleh murah —tetapi yang penting pulsa tak pernah kering…
— Junianto, 12 Maret 2010
(“Kapok Beli Ponsel Mahal…“)
• JEPRETAN LANS. Lans Brahmantyo, desainer grafis, fotografer, dan penerbit buku itu punya galeri potret. Keren!
• NICE TRY, NICE TRAY. Ini salah satu blog keren Indonesia. Gambar berbicara karena ditafsir.
• MABUK BAHASA! Satu lagi blog menarik, tentang bahasa, di tengah karut marut bahasa blog(ger). Mari bermabuk-mabukan!•TENTANG JALAN RAYA Semprul betul blognya LekDjie ini. Hidup konten lokal orisinal -- kalau semuanya lokal. :)
One Comment
ini semacam blog apa tokh om? btw, sebutan cendekita itu seperti ditimpa berkarung-karung beras di pundak, om…kekeke.