Selamat ultah ke-26, Lé
Dingin kering malam kemarau di kota lereng gunung. Kudapat kabar lalu kudatangi rumah bidan di sebuah gang di kampung Klaseman. Aku punya keponakan. Lelaki. Barusan mbrojol dari perut ibunya.
Anak yang dulu selalu ngecès, sehingga setiap kuajak pergi selalu kucantelkan saputangan dengan peniti di bajunya, itu kini sudah bertambah dewasa.
Anak yang kuajak pergi ke rumah pacar dengan berbekal tas kresek berisi celana pengganti setelah ngompol, dan baju kering pengganti baju tertumpah cès, itu sekarang (tentu saja) sudah bisa mengurusi diri sendiri.
Anak yang saat kugendong pintar sekali melepaskan tali arloji sehingga sang penunjuk waktu itu jatuh dan raib itu sekarang terus mencoba menyiasati waktu: kapan bekerja, kapan bermain, kapan makan, kapan ngeblog, dan kapan menerima panggilan untuk menangani anjing sakit.
Anak yang dalam usia dini aku ajari hak tapi waktu itu mungkin masih bingung. Naik bus Salatiga-Kartasura, lalu Kartasura-Yogya, dia kubelikan karcis seharga dewasa, supaya duduk sendiri. Karcis aku cantelkan ke bajunya, supaya aku bisa berbantah dengan kondektur dan penumpang yang minta anak itu dipangku.
Bocah nggunung. Udara di atas kotanya jarang dilintasi pesawat. Di Yogya, di pelataran rumah keluargaku, dia panik lari kesana kemari saat ada pesawat DC-10 terbang rendah. Menenangkannya adalah prioritas. Mentertawainya adalah hiburan. Mengenang kekonyolan itu likuran tahun kemudian adalah tanda kasih seorang paman.
Menulis itu semua adalah penyakit orang tua dan orangtua: selalu merasa telah melakukan yang baik untuk yang muda. Kelak kamu akan mengalami.
Selamat ulang tahun, Lé!



August 17th, 2007 at 2:45 pm
ya ampuuunnn…. :d menyenangkan punya paman kek gini….
August 17th, 2007 at 3:06 pm
Hahahaha.slamat ultah mas tito !
August 17th, 2007 at 7:40 pm
Paman dan ponakan sama gendhengnya (atau jangan-jangan jadi gendheng karena sejak kecil bermain dengan paman)???
August 18th, 2007 at 12:06 pm
wa paman.. tulisan ne bikin mata ku atit..
hihih.
dr tito ya ultah ..met selamet…
tito perna dipangku paman tyo.. hihih
August 18th, 2007 at 1:58 pm
weeew…
kisahnya luchu…
ato emang paman aja yang jago ngolah bahasanya ya?
August 20th, 2007 at 8:09 pm
Mantaab… Ah..jadi pingin ultah saya yg tinggal beberapa hari dapet hadiah kek gini juga hehehe…
August 21st, 2007 at 11:25 am
Tadi dilarang baca ama si ponakan, tapi nekat kubaca link ini. Ponakan yang aneh… hihihi… met ultah ya..
April 23rd, 2008 at 3:04 pm
..sungguh paman yang bener2 menyenangkan, kapan ultah-nya man?