Mestinya Ketemu Priyadi

Kalau Anda blablablala, makan dalam waktu sekian akan untung buanyaaaaaaaak. Lihat tuh contohnya, anu, anu, anu. Mblegedhes. Aku malas menghitung skema investasi atau apalah yang mereka tawarkan.

Sederhana saja bagiku: makin menggiurkan, makin tinggi risikonya. Bank yang sehat saja nggak berani begitu, kok malah orang nggak jelas berani kasih janji surga “dari receh menjadi keceh”.

Kalau modelnya mengandalkan mata rantai, maka aku mengandaikannya sebagai obat nyamuk yang dibakar dari pusat spiral padahal aku berada di ujung luar — bahkan mungkin di luar lingkaran. Lama dapetnya, atau malah nggak dapet apa-apa.

Para perayu itu mestinya diperkenalkan ke Priyadi. Ya, aku selalu nunggu “fatwa” dari dia, masuk akal nggak sebuah tawaran yang menggiurkan.

  • Share/Bookmark

3 Comments

  1. Posted September 13, 2007 at 15:14 | Permalink

    mustahil ada yg dapat untung besar tanpa menyebabkan kerugian di pihak lain entah di mana, karena setiap orang hidup dalam jejaring. di warung aye, udah ada beberapa orang apes kena kasus ginian..

  2. Posted September 15, 2007 at 11:29 | Permalink

    tapi masih banyak orang tamak di republik ini. jadi pasar buat yg begituan juga masih lebar :)

  3. Posted September 17, 2007 at 04:34 | Permalink

    ya saya? :)

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*
CommentLuv Enabled
Copyright © 2007 memo. All rights reserved.