memo | blogombal.org

masih saja ada tempat untuk membual

Yah, namanya juga gombalan. Di sana ada, di sini nongol. Murah meriah, ada sedia di mana-mana tempat. Jikalau kuciwa, pulanglah -- tapi lain hari kembalilah.


Archive for September, 2007


09.23

2007

Soal Kulkas? Lho Kok Nanya Aku?

Budiwijaya itu aneh. Mau beli kulkas, didampingi calon istri, saja nge-SMS aku. Padahal yang namanya kulkas tuh setahuku teknologinya lawas, pembaruannya paling di manajemen energi dan pengganti freon. Jadi merek apa saja mestinya boleh. :D Tapi untuk kulkas yang terhubung ke internet, seperti yang dibikin LG enam tahun lalu, belum semuanya mau bikin. :P

kulkas LG  kulkas LG

09.23

2007

Bagus, tapi Menghina

eubiq

Ini dia barang yang aku butuhkan buat mengatasi kerumitan kabel di meja kerja (dan dapur). Eubiq kasih solusi: rel setrum yang tinggal dicolok.

eubiq

Nggak perlu banyak stop kontak. Saru rel bisa muat banyak dan dijamin nggak nyetrum. Relnya bisa ditaruh di meja, rak, maupun dinding.

Sayang harganya menghina kantong. Rel terpendek, sekitar 60 cm, harganya di Jakarta Rp 1,3 jutaan. Lebih mahal daripada mejaku. Semprul!

eubiq

09.22

2007

Kejepit pintu

terjepit pintu

Entah apa yang membuat si pengendara mobil ini terburu-buru sehingga selama perjalanan dia tak merasa ada bagian dari bajunya yang terjepit pintu. Aku melihatnya tadi sianng dari dalam taksi yang merambat di jalan tol Slipi. Mobil itu di luar jalan tol, sama-sama merambat. Aku pikir ujung dasi — tapi kok panjang banget sampai ke bawah, lagian apa motif gini masih laku? Ternyata pengendaranya seorang mbak.

09.22

2007

Lemes, pules

Aku terkesan oleh foto di The Jakarta Post hari ini. Manusiawi. Menyentuh. Komposisinya bagus.

tidur di tengah puasa

09.21

2007

Puasa, Katanya

iklan premium call bulan puasa

Dalam beberapa hal aku mungkin liberal — dan sekular. Jadi aku anggap selama bulan puasa ini pihak lain yang tak berpuasa juga boleh menjalani aktivitas maupun kegemarannya seperti biasanya.

Tapi kalau ngeliat iklan premium call macam ini, risih juga aku. Jualan ya jualan, tapi nggak usah bawa-bawa soal puasa gitu lho. Yang nggak puasa saja merasa nggak nyaman, apalagi yang puasa. Si koran juga terlalu.

Berat memang ujian untuk orang yang puasa. Termasuk ujian untuk tidak gampang marah.

iklan premium call bulan puasa

09.19

2007

Ongkos Kirim = 2 x Harga Barang

juraganbuku.com

Niat hati sih ingin berhemat tanpa ke luar rumah — ndak perlu bayar tol, parkir, jajan. Eh kebetulan nemu CD rekaman lawas (tapi copy anyar) di toko maya lokal yang berafiliasi ke Amazon.

CD pertama seharga Rp 62.232 kena ongkos kirim Rp 48.403, ditambah shipment charge (custom clearance?) Rp 67.803.

CD kedua seharga Rp 53.604 kena ongkos kirim Rp 48.403 dan shipment charge Rp 67.803.

Jadi, harga dasar kedua CD yang Rp 115.836 itu, setelah ditambah ongkos (Rp 268.413) , jadi Rp 384.249.

Uh, nasib, ya nasib. Wah, kudu minta tolong Ki Gede Ketua Padepokan nih…

09.13

2007

Betul kan, Ada Versi Murmer

gulungan kabel earphone

Inilah si goceng. Lebih kasar tapi fungsional. Soal nasib paten desain, ah entahlah.

Nah, akhirya versi murah-meriahnya keluar juga di pasar. Penggulung kabel earphone @ Rp 5.000. Kudapat di toko serba-goceng. Kalau dijual di bus kota atau KRL mungkin cuma Rp 2.500 - Rp 3.000. Ngapain juga beli mahal, enam kali lipat harganya?

ikan kabel

Ini versi awal. Lebih mahal, lebih halus. Rp 30.000-an.

09.13

2007

Mestinya Ketemu Priyadi

Kalau Anda blablablala, makan dalam waktu sekian akan untung buanyaaaaaaaak. Lihat tuh contohnya, anu, anu, anu. Mblegedhes. Aku malas menghitung skema investasi atau apalah yang mereka tawarkan.

Sederhana saja bagiku: makin menggiurkan, makin tinggi risikonya. Bank yang sehat saja nggak berani begitu, kok malah orang nggak jelas berani kasih janji surga “dari receh menjadi keceh”.

Kalau modelnya mengandalkan mata rantai, maka aku mengandaikannya sebagai obat nyamuk yang dibakar dari pusat spiral padahal aku berada di ujung luar — bahkan mungkin di luar lingkaran. Lama dapetnya, atau malah nggak dapet apa-apa.

Para perayu itu mestinya diperkenalkan ke Priyadi. Ya, aku selalu nunggu “fatwa” dari dia, masuk akal nggak sebuah tawaran yang menggiurkan.

09.12

2007

Bal-balan Astro

Kau tanya apakah aku ikuti sepakbola, maka kujawab tidak. Kau tanya seberapa sering aku tonton televisi, maka kujawab seminggu terakhir ini kalau ditotal tak sampai 30 menit.

Justru karena itu, katamu. Ternyata kau mau tahu pendapatku tentang monopoli siaran Liga Inggris.

Maka inilah kalau kau mau tahu. Kalau saja yang dipegang Astro itu bobsled atau rugby, atau bal-balan amrik, pasti tak akan ramai. Masalahnya, seakbola digemari banyak orang. Masalah berikut, tak semua orang melanggani TV berbayar — lebih khusus lagi tak semua orang melanggani Astro.

Sederhana, bukan? Oh tidak, katamu. lanjut →

09.11

2007

Blog dan Kehidupan Pribadi

Dalam batas apa sebuah personal journal bisa mengungkapkan apa saja untuk khalayak?

Aku merenung, aku menimbang. Jika seseorang kesal terhadap orang terdekatnya, atau pernah jadi si terdekat, bolehkan itu diungkap dalam blog pribadi?

Kalau hanya “bolehkah”, tentu boleh.

Pantaskah, dan dengan cara macam apakah? Beda orang beda takaran. Beda hati beda timbangan.

Jika seseorang telah dewasa maka dia harus siap menuai tanggung jawab, termasuk dari apa yang dilakukan di blognya. Blog yang secara nyata menyatakan identitas dirinya. Juga blog yang secara nyata menyebut nama orang lain dalam tulisan yang negatif.

Bagaimana jika orang lain yang dikeluhkan itu terlukai hatinya, karena merasa dipermalukan, bahkan teraniaya oleh rentetan teks si pengabar? lanjut →