memo | blogombal.org

masih saja ada tempat untuk membual

Yah, namanya juga gombalan. Di sana ada, di sini nongol. Murah meriah, ada sedia di mana-mana tempat. Jikalau kuciwa, pulanglah -- tapi lain hari kembalilah.


10.01

2007

Risiko Datang Telat

Simbok Abal-abal ngumpulin umat. Aku datang belakangan. Nggak sempat ikut acara saling memperkenalkan diri. Akibatnya kagok juga, nggak langsung bisa mengidentifikasi tamu yang duluan datang. Tapi untuk sopannya, supaya tidak mempermalukan orang lain maupun diri sendiri, ya semua kekagetan disimpan. Namanya juga penggemar kebatinan, apa-apa dibatin.

Waktu aku datang sebagian dari mereka lagi asyik bersantap. Ucap salam saling sebut nama tak begiti jelas, maklum kupingku tua. Setelah proses blabla sambil makan berlangsung, akhirnya aku bisa mengidentifikasi Neng Jeni, istri pertama Mbilung. Istri keduanya kan burung.

Sebelumnya aku nggak berhasil mengidentifikasi Mariskova, soalnya aku menyapa dari belakang punggungnya — lha gimana lagi dia lagi asyik nyam-nyam. Tapi ketika melihat Papap, suaminya, aku langsung ingat wanita itu: blogger Indonesia di Jepang yang sudah pulang dan jadi guru bahasa Inggris.

Ada lagi yang bikin kaget banget, karena tahunya belakangan, gara-gara Mbilung ngomong soal Joko yang ngumpulin bungkus rokok. Kaget aku, juga girang. Tapi, lagi-lagi, supaya tak mempermalukan orang lain dan diri sendiri, ya aku sembunyikan keterkejutanku. Mungkin orang lain mengira aku sudah tahu dari tadi. Begitu juga dengan NuDee.

Kalau Blantik Kemayu, karena dia datang belakangan, dan aku sudah dikasih tahu karena sudah nanya, aku langsung bisa identifikasi.

Masa sih kopdar santai informal gitu harus pakai name tag? Kalau pesertanya iseng bertukar tag gimana?

Mengandalkan bisikan? Lha kalau orang yang dipercaya lagi umat jahilnya, bisa saja menukar nama dan wajah dengan blog punya orang. :D

Paling bagus ya perkenalan diri komplet: “Saya Tyo, dari blogombal.” Mungkin sesuai etiket kopdar blogger yang entah sudah dibikin atau belum. Tapi aku belum melakukan itu sepenuhnya soalnya belum ada panduannya buat dirujuk. :D Lagian ngapain juga dibikin?

Terima kasih teman-temin. Maafkan aku. Thx to Simbok yang mau jadi camat.



7 COMMENTS


  1. Oooo saya baru tahu sampeyan kaget tho, wah kok ga kelihatan ya. Hebat bisa nyamar hehehe. Mohon maap saya pulang duluan, ada urgent di kantor sih (urusan reg sms itu lho :D )


  2. makasih udah dateng, paman. dan saya belum jadi camat, baru dicalonkan. halah.

    (kenapa hedi minta maaf? pulang duluan aja kok minta maaf :D )


  3. suatu saat KTP dan SIM mungkin perlu menyertakan alamat blog juga. :D


  4. @venus: masalahe aku ping pindo ketemu paman, selalu pamit ndisikan hehehe


  5. Begini lah resiko saya: maksud hati mau sok ngetop, ternyata si Papap jauh lebih ngetop hehehehe…

    Nice to meet you, Paman. Salam dari Papap. Katanya, “eh, kok Pak KK (masih inget Kere Kemplunya) tau ya sama aku?!”
    *tentu sambil mesem-mesem kegeeran…*


  6. horeeeeeee..akhirnya bisa ketemu pesohor satu ini…nice to meet u paman…:D


  7. Saya melihat bentuk dan apa blog itu ya milik Paman, kemaren … ketemu orangnya langsung … mantafff, ajibb

Leave a Reply