Aidit dan Tempo

Laporan utama Tempo (edisi 1-7 Oktober) menarik. Tentang kontroversi peran D.N. Aidit dalam “G30S/PKI” (Tempo cukup nyebut “G 30 S”) dan sisi humane seorang Dipa Nusantara setelah meninggalkan nama Achmad. Setelah itu apa lagi menariknya?
1. Ilustrasi yang menggambarkan salah satu episode kehidupan Aidit, yaitu beribisnis. Dia pegang sesuatu yang mirip bundel majalah Tempo — dan namanya memang Tempo. Guyon nakal yang sengaja menganakronikkan latar sejarah :D.
2. Aku nggak tahu, setelah peristiwa 65, berapa banyak orangtua yang masih menamai anaknya Aidit. Barusan mau ngecek buku telepon tapi nggak ketemu. Padahal sebagai nama, Aidit (atau Aideed) mestinya berarti sesuatu yang bagus kan? Sekian lama kita mengalami cuci otak sehingga nama Aidit seolah mengerikan. Tetapi kenapa nama Muso (yang sama dengan Musa, Moses, Moshe) tidak semenakutkan Aidit?


October 4th, 2007 at 4:42 am
nama Aidit ? bisa diciduk nanti, atut ah
October 4th, 2007 at 4:43 am
nama temen saya ada kok yang pake nama aidit. tapi ditambahin jadi aidita (karena perempuan). mungkin kalo laki, bakal beda ceritanya kali ya…
October 4th, 2007 at 8:57 am
saya ya ndak tahu apakah di Korea Utara orang boleh memakai nama George Bush atau Roh Moo-hyun, mau lihat buku telepon Korea Utara ya belum punya