Mendadak kudapatkan SMS dari Puji gini

Hah? Kok bisa? Wah, salah satu atau salah dua mulai berubah orientasi seksualnya nih.
Ternyata penyebabnya ini…

Waduh. Salah kirim. Mestinya buat istriku yang lagi belanja.
Kok bisa?
Ini dia pangkal soal…

Bukan pada gambar ketiga tapi keempat. Nama Puji, secara default, emang paling atas dalam Select Contacts. Kalau keburu-buru ya nama dia yang ketiban.
Kok nggak send SMS dari menu speed dial? Ponselku nggak mau.
Yah gara-gara mau ketemu Totot gini dah jadinya. Emang aku sering pamit dengan cara itu? Nggak sih. Seingatku baru kemarin.
Jadi, kalau mau ketemu perempuan, gimana pamitnya via SMS? Belum pernah pamit sih.
Kalau SMS buat Puji nyasar ke istriku? Tergantung isinya. Kalau semacam, “Dik Pujiono sayang, kamu ganteng deh…” wah, istriku langsung shock dan minta cerai. Nggilani, katanya.
UPDATE 17/10/07 @ 11:41:
Ternyata yang reply itu Nyonya Pujiono. Hahaha…

4 Comments
ah, tenane … aku ndak cemburu kok yen sampean cen naksir puji
… Ini tentu saja, bagi saya, merupakan hadiah lebaran yang sangat indah dan berkesan dari sang Tamu Agung…
kok nomor hapeku gak di-blur. bakalan banyak sepam masup nih.
kalo aku sih gini: nama yang sering aku kirimin sms atau aku telpon aku tambahin banyak AAA di depan namanya. Jadi, aku gak mungkin salah. cukup sekali klik, pasti sms kekirim tanpa perlu takut salah kirim.
Jadi, beri nama Wuk itu menjadi AAAAAAAAAwuk. Dijamin, dia akan ada di urutan paling atas.
untuk jalan sutera:
entri utama saya awali dengan “0″ (nol), bakalan selalu di atas “A”. Tapi sejak ganti HP enam bulan lalu, ternyata aturan ini gak mujarab.
One Trackback
[...] Kami berdua di Tangerang ngakak menerima balasan SMS itu. Dan benar saja cerita ini saya tuliskan di blog saya setelah sebelumnya juga ditulis duduk perkaranya di blognya Mas Antyo. [...]