Tas Belacu sok Gaya?

The Body Shop beberapa kali bikin tas belacu. Isi pesannya ya sangat Anita Roddick. Tempo hari Aksara juga bikin lagi. Atas nama spirit pengurangan plastik. Harganya Rp 10.000. Padahal toko itu menggunakan banyak plastik, sebagai pembungkus dagangan terpajang maupun plastik sebagai materi produk jualan.
Kelas menengah tanggung selalu snob? Hanya ambil unsur fashion-nya (bukan dalam arti stylish, tapi aktual, nge-hip), padahal kognisinya payah, dan lebih parah lagi tak sampai ke praktik keseharian?
Bagi saya itu tak soal. Penyadaran adalah sebuah langkah panjang tiada henti. Seperti membangun jalan setapak yang justru dibuat tanpa semangat membangun. Terlalu sering, dan selalu, dilalui akhirnya menyibak rumput dan perdu, lalu melebar. Orang lain, di hari esok, akan menjadikannya sebagai jalan lebar. Dengan membangun.
Huh, “membangun”. Tiga dasawarsa menjadi mantera.
Apa kabar Timpakul?


October 23rd, 2007 at 10:27 am
hayaaah, tas begono mah kalo di nagri buat bawa belanjaan sayur mayur, soalnya kantong plastik kudu dibeli dengan harga mahal, kagak gretong kayak dimari. ini bukan soal pendidikan, kesalehan atau tingkat kemakmuran seseorang. bangsa agraris ketemu barang modern, langsung tergagap2 karena gegar budaya. contoh paling parah yg sering terlihat adalah penumpang mobil yg membuang sampah ke jalan umum. sering lihat, kan, bang?
October 23rd, 2007 at 10:33 am
btw, setelah dibeli l’oreal dan ditinggal bu roddick, apa body shop masih konsisten ramah lingkungan yak?
October 29th, 2007 at 3:46 am
iya tuh, kmaren ke aksara lihat kantong itu. kirain gratis
saya mau poster “plastic bag, no thanks” yang ada di sebelahnya, gak dikasih 
February 15th, 2008 at 3:18 am
I couldn’t understand some parts of this article elacu sok Gaya? : memo | blogombal.org, but I guess I just need to check some more resources regarding this, because it sounds interesting.