2007
Mouth itu Mulut. Month? Juga Mulut…
WordPress versi Indonesia di wordpress.com ternyata lucu. Selama ini saya kurang mem(p)erhatikan. Ketika mengajari cara mengimpor file dari blog lama barulah saya sadar. Silakan lihat gambar.

WordPress versi Indonesia di wordpress.com ternyata lucu. Selama ini saya kurang mem(p)erhatikan. Ketika mengajari cara mengimpor file dari blog lama barulah saya sadar. Silakan lihat gambar.


Beberapa kali AdDiction, majalah gratisan tentang periklanan, milik PPPI DKI, yang dikelola tim Pakde, menyisipkan bonus. Katanya buat ditempel di angkot dan… koper! Salut.
NB: Bagaimana pendapat daripada Yang Mulia Menteri Desain?

Saya temukan kaos yang jarang dipakai ini di tumpukan terbawah dalam lemari. Bikinan Dagadu.
Bonus: Partai Retro
NB: Pemilu dari kata dasar “pilu” kan?

Kreativitas bisa membingungkan. Meminjam persepsi khalayak malah bisa menyesatkan. Menawarkan keindahan dan elegansi desain bisa memelesetkan.
“Koh, situ jual kunci yang disukai monyet? Berapa harganya?”
Pemilik toko menjawab, “Sampeyan nggak bisa bedain mana kera, simpanse, gorila, orangutan, atau munyuk, ya?”

Betul lho, Bung. Sebagai tokoh pers pembangunan yang mencita-citakan pers bebas dan bertanggung jawab, pun mencerdaskan rakyat, dan selalu ingin membuat khalayak sadar media (ingat klompencapir?), Bung itu sebaiknya ngeblog sejak dulu. Di “era informasi” ini Bung… blablabla… anuanuanuanu…
Apa kabar Bung? Sehat? Betul lho Bung, bikin blog saja… Saban hari di-update. Tak perlu petunjuk.
Repro: dari Pos Kota, koran yang Bung dirikan itu
Undangan dari Santi Gerilyawati. Silakan datang. Kayaknya beberapa bloggers dari kalangan periklanan bakal hadir di sana. Boleh minta tanda tangan dan berfoto bareng Pakde Totot.



The Body Shop beberapa kali bikin tas belacu. Isi pesannya ya sangat Anita Roddick. Tempo hari Aksara juga bikin lagi. Atas nama spirit pengurangan plastik. Harganya Rp 10.000. Padahal toko itu menggunakan banyak plastik, sebagai pembungkus dagangan terpajang maupun plastik sebagai materi produk jualan.
Kelas menengah tanggung selalu snob? Hanya ambil unsur fashion-nya (bukan dalam arti stylish, tapi aktual, nge-hip), padahal kognisinya payah, dan lebih parah lagi tak sampai ke praktik keseharian?
Bagi saya itu tak soal. Penyadaran adalah sebuah langkah panjang tiada henti. Seperti membangun jalan setapak yang justru dibuat tanpa semangat membangun. Terlalu sering, dan selalu, dilalui akhirnya menyibak rumput dan perdu, lalu melebar. Orang lain, di hari esok, akan menjadikannya sebagai jalan lebar. Dengan membangun.
Huh, “membangun”. Tiga dasawarsa menjadi mantera.
Apa kabar Timpakul?

Entahlah ini foto karya siapa. Yang saya ingin tahu, si fotografer itu berpikir tentang kursi dan kemudian menghubungkannya dengan balerina, atau melihat balerina lantas teringat kursi?
Menurut Anda bagaimana?

Seperti melihat akrobat sirkus, bagi saya gambar ini tidak erotis. Malah lucu dan ilhami. Misalkan semua orang bisa begini, maka urusan menengok tepi kolong mobil menjadi lebih mudah, tak perlu tiarap.


Inspirasi buat apa dan siapa? Buat pedagang, buat pemodal. Namanya juga ikon. Layak jual, layak permak. Cita-cita dan spirit Che sendiri mau dikemanain? Entahlah.
Yang kaleng ini harganya Rp 5.000 ada di toko murmer. Yang klip harganya sekitar segitu, ada di toko pernik cewek. Yang kaos, kayaknya mainan digital imaging, dapet dari sebuah link.