
Bukan pilihan terbaik karena proyek kadung dijalankan sebelum serah terima jabatan gubernur. Hasil sementara: banyak orang marah. Ada murid menangis setibanya di sekolah karena terlambat. Ada orangtua sopan mengantarkan anaknya ke SMA, untuk meminta pemakluman keterlambatan, sambil menyumpahi pejabat. Ada blogger (yang kesannya) santun tapi akhirnya misuh.
Sampai hari ini belum ada kejelasan kapan proyek selesai dan belum ada jaminan apakah setelah jalur khusus jadi sudah ada bus yang melintas lima menit sekali dari pagi sampai pagi.
Si ahli yang jadi gubernur belum dapat memberi solusi jitu untuk mengatasi kemacetan selain — mungkin — menganjurkan orang bekerja di rumah. Murid sekolah di rumah. Kasir bank bekerja di rumah. Pramusaji resto melayani dari rumah. Dokter dan perawat bekerja dari rumah. Pemadam kebakaran bekerja di rumah.

8 Comments
Niatnya kasih solusi, tapi malah muncul masalah baru.
Jalanan tetap saja bakal rame, klo orang2 kaya di jakarta masih bertinggi hati untuk naik kendaraan umum.
PS: bikin anak cabang blog lagi ya, paman
Paman Tyo , soal baswe’ emang buah simalakeprek . Tapi itu lho…baswe’ yang dikaosi itu..koq propokatip sekali . Kalo supirnya pake seragam kaya gitu..saya juga mau tiap hari naek baswe’.
kalo buswe di surabaya kaya gitu ga ya supirnya.. wah bakal penuh sesak nantinya
tanpa busway pun, macet yg terjadi saat ini akan tetap terjadi dalam beberapa bulan ke depan, karena jumlah kendaraan bertambah terus. gitu kata konsultannya..
aneh juga ya, ada teknologi bernama alat transportasi, tapi kok mobilitas malah jadi terhambat gara2 macet.
kesannya santun, tapi misuh. untunglah misuhnya nggak ditampilkan di blog. cukup dalam hati sajah…
Saya seneng gambarnya
itu busway ato bubu-sway yang dikaosi paman?
kerja dari rumah ? wah setuju tuh.. konsep virtual office bisa diterapkan.
2 Trackbacks
[...] kaos setengah pro, setengah antibusway [...]
[...] e-mailnya. Lebih bagus lagi kalau ada cerita tentang kaos dari pengirimnya. Yang penting jujur, bukan mengada-ada kayak ini. Pakai tampang pemakainya sekalian juga [...]