Ojek Asli Jakarta
Dari sepeda pengangkut berbayar itulah muncul istilah ojek. Sebelum sepeda motor muncul, ojek di sekitar pelabuhan adalah sepeda. Di kawasan Kota ojek asli ini masih bertahan. Ongkos terdekat, sekitar satu kilometer, Rp 5.000. Ketika kemacetan menjadi-jadi, pengojeknya akan kerepotan kalau harus menurunkan kaki untuk menyangga sepeda yang terpaksa berhenti. Sepuluh tahun yang lalu, ojek sepeda juga ada di sekitar Kota BNI (BNI City Complex), Jalan Jenderal Sudirman.
3 Responses to Ojek Asli Jakarta
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Obral, Sikat, Angkut
24/06/2008Kenapa ya orang suka obralan? Karena murah. Butuh tak butuh, perlu tak perlu, pokoknya ambil saja. Sampai di rumah baru bingung, itu barang buat apa, siapa dan di mana. Tapi konon ketamakan konsumtif itulah yang menjadi pelincir roda ekonomi. :D Tapi sebuah toko di Jakarta Selatan ini masih sepi pembeli. Mungkin karena tempatnya ngumpet, atau [...]
Recent Comments
adhi
» Sekedar informasi, di sebuah pohon leses yang terletak di kota Boyolali, terdapat sebuah lokasi yang kerap didatangi mereka-mereka yang sedang mencari pesugihan. Tepatnyalah di desa terpencil. Salah satu “menu” pesugihan di...
ichal
» Saya jual jipang/bipang (terbuat dr beras) dan brondong (terbuat dari jagung), silahkan di order jikalau berminat. Harga per pack 8,000 rupiah (isi 10 biji) berminat bisa hub saya di no : 0852.5878.4002 Lokasi saya di Surabaya Bagi...
raditya
» di ralat gan itu bukan 600cc tapi 900cc,, yamaha xj900p
maulana
» saudara2ku kita tetap waspada, meski situs pesugihan islami al ghoniyyu di kaltim dan yayasan rumah dakwah alfatihah di aceh itu sdh diblokir, tapi jangan lengah karena mereka bisa ber-ganti2 nama, tapi orangnya itu2 juga atau...
maulana
» Tadinya saya juga mau transfer ke yayasan al ghoniyyu, tapi saya sdh cek sendiri langsung keberadaan alamat yayasan tsb di jl raya bontang km.17 gang dewandaru desa sangkima lama sangatta, ternyata hanya hutan belantara alias fiktif....
Totot
» Ini kan memang negara tanpa pemerintah. Jadi setiap orang harus bertahan hidup dengan caranya sendiri-sendiri, dengan biaya dari kantungnya sendiri. Beruntunglah mereka yang duitnya berlimpah.
mpokb
» Hehe, kayak kopitiam itu ya.. Hiks.
mpokb
» Kita ini bangsa ceroboh, kreatif, pengambil risiko tinggi atau adaptif sih? :D
mpokb
» Solusi murmer, di gambar proyek mestinya nggak ada ya :D Btw, kayaknya saya kenal sama yang di foto dah :D
mpokb
» Duh… *speechless lihat terjemahan dan font-nya*















[...] Ojek motor bermula dari sepeda, kemudian mesin menggantikan kayuhan — sementara yang kereta angin masih bertahan. [...]
sebelas tahun lalu, sepulang tes di astra sunter, ojek sepeda jadi andalan saya dari dalam komplek astra ke by pass. ongkosnya? cuma gopek! :D
kalo saya tidak salah, memang masih ada ojek sepeda di kota BNI. saya pernah ditawari ketika sedang berjalan menuju gedung kapal itu. tapi saya nggeleng saja, menolak. wong cuma masuk ke situ saja kok, gak jauh. nah, yang pasti lebih banyak memang di daerah kota, di seputar stasiun kota. asyik kali ya naik ojek sepeda.
eh, ada nggak ya di jakarta ini ojek gendhong. lebih primitif, ya… hihihi