2008
Namanya Juga Lupa (Diri)
Apa mau dikata. Yang penting hentikan kekerasan terhadap pria.
Emang sih ada yang “memetik keuntungan pasca-musibah” seperti John Wayne Bobbitt dulu.

Apa mau dikata. Yang penting hentikan kekerasan terhadap pria.
Emang sih ada yang “memetik keuntungan pasca-musibah” seperti John Wayne Bobbitt dulu.


Kemarin malam saya bersua Erwin Dede Nugroho di Menteng. Ternyata dia bakal berada di Jakarta untuk waktu entah sampai kapan karena pekerjaan. Pak Haji ini memang pindah-pindah kota melulu. Tapi yang penting ngeblognya dari mana saja, kan? Bersama kami ada juga Ndoro Kakung. Yang ini tanpa foto, karena kamera saya selalu mati piksel setiap kali memotretnya. Sungguh manusia wingit. Tepatnya: wingiting jagat.
Saya memang kebangetan. Sudah tua nggak kunjung bisa motret. Dibandingkan teman sebaya saja saya tertinggal, apalagi dengan yang lebih muda, kelahiran 2008 pula. Coba lihat di sana.

Ternyata lucu juga lho “about us” di blogger.com. Gombal tenan.
Dan kemudian sesuatu yang tidak diharapkan terjadi: Google ingin untuk membeli kami. Ya, Google yang itu…

Di sebuah kedai saya temukan majalah gratisan yang memuat tulisan saya. Saya lupa nama majalahnya, maklumlah sekarang ini banyak banget yang gratisan. Kreditasinya lengkap. URL artikel pun diangkut. Seingat saya belum ada permintaan izin tertulis sebelumnya. So? Ndak apa-apa, silakan saja. Bukankah saya sudah membuat disklaimer di bagian bawah halaman blog? Lebih mendasar lagi: saya pun sering mencomot karya orang, dengan maupun tanpa permisi. ![]()
Mungkin basi, tapi saya baru tahu sekarang tentang Republic of Korea. Lebih basi lagi adalah pertanyaan macam ini, “Lho, kok Paman bisa sampai ke sana?”
