
Di mana-mana memang ada layanan ajaib yang menjanjikan ini. Tapi saya belum tahu apakah di negeri maju juga ada jasa memperkecil saluran wanita. Jika benar bahwa pria adalah kaum egoistis, mestinya yang mereka tuntut adalah downsizing dari pihak wanita, bukan upsizing dari bani adam. Tapi yah… dalam isu lelananging jagat, yang menjadi ilusi memang bukan kekaguman wanita tapi keirian dan kedengkian dari sesama pria.
Lucunya, pria lain yang diandaikan akan iri itu sebagian besar tak sudi melihat bukti. Bahkan si empunya barang pun tak mau menunjukkannya kepada sesama, kecuali orientasi seksualnya memang begitu.

11 Comments
moh ah….mosok dipadhakno karo gedang
downsizing itu lebig gampang drpd upsizing. tinggal jahit, beres
Hahahaha… man paman ada2 aja, jangan2 tiap hari liatnya halaman2 begini mlulu?
paman ngapain kok browsing2 situs gituan? mau nyari penyedia jasa yg cocok kah? hehe
memperpanjang dan memperbesar itu kuno, ada yg bisa menambah jumlah –> http://b-h-i.blogspot.com/2007/06/koran-bhi.html
mestinya ditambahi “T A M P I L G A U L & F U N G K Y B E R S A M A K A M I” seperti di sini : http://tyosalon.blogspot.com/
mas, mas. menghadap ke sini, napa? malu, yak?
bwahahaaa… ternyata ada tyo salon di nganjuk! punya blog pisan …siiippp!!!
Paman ga ikut nyobain?
Kan bisa minta tolong mak Erot? Cukup dengan dipijat?
wew! downsizing bisa berakibat pada tertutupnya g-spot. weleh2…
One Trackback
[...] Lalu ternyata, gerakan Say No To Megawati inih berlanjut sodara-sodara. Merembet. Membuntut. Melatah. Tiba-tiba ada gerakan Say No To Prabowo. Ada gerakan Say No To PKS. Ada gerakan Say No To Narkoba. Ah, yang ini mah basi. Dari dulu dicanangin tapi anak-anak penggede di negari toh ternyata pengkonsumsi juga beberapa. Sayah bilang beberapa. Bukan semuwa. Emang anak penggede yang mana? Lha sayah ndak tau. Katanya sih begitu. Entah ituh penggede di kantor atau penggede payudara bahkan penggede kejantanan. [...]