Head to Head

Head on. Adu endhas nganti pecah, kata orang Jawa. Misalkan ada betulan, bagaimana dengan tata krama periklanan?

xl versus telkomsel: perang tarif

Sumber: Pramudya Dewa Ganteng

  • Share/Bookmark

14 Comments

  1. Posted February 15, 2008 at 12:35 | Permalink

    gilaa… perang tarif udah sampe kyk gini.. hihihi..

  2. Posted February 15, 2008 at 13:07 | Permalink

    ya seperti perang profesi salon nya paman tyo , jual bakmi ala pakdhe mbilung dan konter pulsa milik ndoro kakung :D

  3. Posted February 15, 2008 at 14:01 | Permalink

    hehehehe.. kreatif, tapi etis kah?

  4. Posted February 16, 2008 at 02:43 | Permalink

    semua sepakat kalau tarif para operator selular itu membingungkan dan njlimet kalau gak baca “ketentuan berlaku” :P

  5. Posted February 16, 2008 at 15:56 | Permalink

    waaa…apakah setelah ini perlu adanya sensor iklan??? hikikikiki…

  6. Posted February 16, 2008 at 20:08 | Permalink

    hehe, embuh kuwi…tukang masang iklane xl pasti muring muring…tapi yo ben lah…cuman yo kuwi wajah kota jadi jelek poll, banyak papan iklan…

  7. Posted February 16, 2008 at 22:06 | Permalink

    paling murah pake fren,
    eh fren, pinjem henfon sebentar fren, lagi fakir pulsa nih fren… boleh ya fren? kita kan best fren ;)

  8. Posted February 17, 2008 at 13:52 | Permalink

    yang heran, kok pemda (atau dispenda?) memberi izin, kan harusnya mereka menjadi pengawas etika kompetisi tho?

  9. Posted February 18, 2008 at 15:17 | Permalink

    @mas hedi : dispenda cuma ngawasin iklan itu udah bayar apa belom, masalah isinya ga ngurusin :P

  10. Posted February 19, 2008 at 13:18 | Permalink

    Sebenarnya ndak masalah,paman. Wong gak bikin rusuh kok. Perang iklan itu mungkin bisa rusuh kalau ditaruh di lapangan sepakbalan.

  11. Posted February 19, 2008 at 19:01 | Permalink

    Betulan tu..
    Asli ada dimedan tu iklan, deket lap.merdeka & stasiun kereta..
    Kemedan dong biar liat secara langsung iklannya..
    Salam kenal yah..

  12. Posted February 22, 2008 at 10:28 | Permalink

    wes perang2 o kono, aku sing untung. bener mimi, paling murah pake fren hahahaha

  13. Posted February 26, 2008 at 20:34 | Permalink

    Ini mah sudah bikin polusi mata. Orang enggak memperhatikan rambu-rambu lalin malah lebih konsen di iklan.

  14. Posted June 13, 2008 at 13:36 | Permalink

    kalo misalnya betulan ada…seru…!!!

2 Trackbacks

  1. [...] perang operator kian ramai — bahkan bisa agak kasar. Masing-masing mengklaim diri sebagai yang termurah dalam memungut ongkos bicara melalui ponsel. [...]

  2. [...] operator melalui iklan semakin gila-gilaan. Saling sindir, saling ledek, saling menjatuhkan. Nggak beda dari percekcokan antartetangga. Sehalaman koran dipakai untuk iklan [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*
Copyright © 2007 memo. All rights reserved.