Rubik. Anda (yang Tua) Masing Ingat?
Ketika muncul pada 1980, kotak puzzle yang bisa diputar-putar ini sangat fenomenal, mendemam di mana-mana, pemainnya tak kenal usia. Hari gini BCA masih menjadikan rubik, temuan Erno Rubik sang matematikawan itu, sebagai ilustrasi iklan.
Apakah konsumen yang menjadi target masih teringat dan terkesan oleh rubik? Lantas apakah bisnis berarti mengaduk-aduk Indonesia?
Barangkali si pembuat iklan (dan kliennya) belum menemukan cara lain. Kalau memasang gambar papan catur dan bidaknya, itu sudah sangat membosankan, kan?



April 29th, 2008 at 10:41 am
setelah bikin rusak indonesia, pensiun, hidup makmur di singapura atau australia
May 4th, 2008 at 12:10 pm
Di solo, permainan rubik justru kembali jadi tren. Cukup menghibur tuk mengisi waktu, hehe.
Oya,web-nya bisa dilihat di sini: http://indorubik.com/