Gurem, atau guram, itu kutu ayam. Mungkin sebangsa mrutu (Jawa), yang kalau kena kulit manusia akan bikin gatal. Nah konstelasi politik tahun 50-an mengadopsi kata gurem untuk menamai (atau menamakan diri?) partai kecil yang vokal, partai di luar arus besar trikotomis (santri, pri[y]ayi, abangan), tapi kalau berkoalisi akan kuat juga. Lantas tiga tahun terakhir, kalau saya tak salah, muncul istilah “blogger gurem”. Bersanding dengan “blogger abal-abal” dan “blog fakir komen”. Tak jelas apa kriteria blog(ger) gurem dan non-gurem. Perkembangan terakhir: sampai bikin front segala. Hidup gurem!

Kapan ya Mazhab Cibubur eh Cibujang bikin web?
Ayo Mbok Ratu (Takt)Atut Kopdar, yang kasih nama mazhab itu dipentungi saja pakai bambu runcing dibungkus duit

9 Comments
Markasnya front ini di purwokerto ya?
wakakak.
saya gabung pakde… *halah*
jadi inget bahwa tahun depan sudah pemilu lagi. apa tahun ‘50-an juga ada istilah non-partisan atau independen?
nemu aja pam
kalo venus mau gebukin pake senjata bungkus duit, saya rela jadi pesakitan
aah, ulun mau buat madzab blogger tengu aja lah …
abis itu terbitlah laskar….
halah,
yang jelas ketuanya bukan paman kan?
paman aja yg jadi foundernya. piye?