Hak Siar Euro 2008 dan Hak Publik atas Informasi
Hedi lebih paham soal ginian. Tahun-tahun sebelumnya soal ginian sempat jadi ramai. Malah ada yang menganggap hak eksklusif penyiaran bal-balan sama saja menghalangi hak publik atas informasi. Yang saya luput memperhatikan adalah apakah tahun sebelumnya juga beredar atau diumumkan adanya formulir bagi pemilik kafe yang akan menggelar nonton bareng.

Jika masalahnya adalah hak atas (akses terhadap) informasi (secara langsung), maka hanya membolehkan penonton berkarcis yang masuk stadion pun berarti pembatasan akses.
Jika masalahnya adalah penyiaran terbatas, apalagi hanya lewat TV berbayar, maka mestinya gugatan sosial serupa (dengan kasus berbeda) bisa dialamatkan ke pengusaha bioskop. Kenapa untuk nonton film, orang harus bayar?
Jadi di mana masalahnya? Misalkan itu bukan bal-balan, tapi rugby atau polo atau bobsled, maka urusannya lebih simpel. Bal-balan adalah kepentingan umat. Ada juga sih yang merasa, “Lu kaleee, gue sih enggak…”



June 5th, 2008 at 12:13 pm
bikin nonton bareng di bunderan aja yuk…
June 5th, 2008 at 1:25 pm
huhuy…..setuju Mas Mikow………………..
June 5th, 2008 at 2:07 pm
Tahun ini rcti eh mnc bikin gituan karena yg kemaren2 kecolongan…aturannya emang gitu, paman. Suka atau enggak, logis atau ngaco.
Siapapun mau bikin siaran atau nonton bareng di negara tertentu musti izin sama pemegang hak siar di negara bersangkutan.
June 9th, 2008 at 4:14 am
Bodooo…..
di Jogja Ga da Yg Peduli Tuh dgn Ijin2 kaya Getuu…
mo nonton bareng ya nonton aja….
semua cafe juga Buat Nonton bareng tanpa ijin…..
June 20th, 2008 at 2:10 pm
wah disini nonton jelas pake TIPI KABEL SEMUA….