Kartu Nama Kemlinthi Snobbish Abis
Penuh hormat, dengan menjura, kedua tangan menyerahkan kartu nama yang arah bacanya sudah menyesuaikan diri dengan mata penerima. Masih perlukah kartu nama di era digital ini? Masih. Dengan itulah desainer grafis tak kehilangan mainan. Penyalinan teks kartu ke dalam mesin, baik oleh sekretaris maupun pemindai bawaan gadget, itu soal yang lain lagi.

Kartu nama adalah bagian dari adab gaul. Ada sentuhan manusia di sana. Termasuk coretan tangan. Mana yang harus diisi, bergantung pada siapa yang menerima kartu. Selebihnya adalah informasi lisan, “Anda bisa kontak saya pakai….” Itu selalu melengkapi yang ini, “Okay, saya miscall ya…”


July 3rd, 2008 at 12:38 pm
hehehe…seumur2, saya belum pernah terima kartu nama Paman
July 3rd, 2008 at 12:53 pm
blog nggak dicantumin sekalian? khusus buat paman, daftar blog bakal panjang banget..
—
lha ya itu gunanya google.
nama cv, alamat mertua, dan lainnya gak perlu dicantumin di kartu nama
paman
July 3rd, 2008 at 4:24 pm
saya pengen bikin kartu nama blog, blum kesampaian
dah mau pesta blogger lagi…
July 3rd, 2008 at 4:34 pm
Makasih kartu namanya
Makasih Kaosnya… SENGAJA DIKASIH KETUKER yach, biar aku balik lagi?
Nice to see you, and very happy to shake your hands…
Gambar kaos dan gelas nanti dipost dirumah baru aja yach… blognya lagi tidur, masih shock habis didatangin valerina daniel dan jason Tedjasukmana
July 3rd, 2008 at 5:27 pm
hmmm ide segar buat bikin kartu nama…
July 4th, 2008 at 3:43 am
saya gak pernah punya kartu nama. emang pengangguran kayak saya gini boleh punya kartu nama? nanti dibilang kemlinthi dan sok penting.
@silly: oooo…jadi gitu ya? ga mau ketemu sama simbok tapi berani ketemu paman?
July 8th, 2008 at 9:54 pm
kartu nama oang2 kantor saya ndak pernah nyantumin alamat rumah dan telepon rumah, kenapa hayo?
July 9th, 2008 at 3:02 am
kok ndak sekalian nyantumin rekening bank aja pak?
:D
kayak si om