
Keputihan ini bahasa awam, bukan bahasa medis. Apa saja yang tergolong keputihan, di benak orang awam pun beragam. Lantas bagaimana industri farmasi mempromosikan produk, apakah “keputihan” sama sederhananya dengan “jamur” , “sakit kepala”, dan “gatal-gatal” — artinya “keputihan” bukan sesuatu yang membingungkan bahkan menyesatkan? Belum lagi salah satu indikasi, yaitu “basah”, kan? Lantas ditambah “fakta 7 dari 10 wanita Indonesia”, yang entah merujuk data siapa. Wanita Indonesia, bukan wanita negeri lain lho… Soal penularan? Ini yang mestinya pria juga mendapatkan pencerhan.

5 Comments
kl mbak-e yg di adpertensi obat itu keputihan juga gak? hihihi …….
harusnya ada penertiban iklan. maksud saya, materi iklan. kareng iklan apa saja (saya kira) mulai cenderung menipu konsumen.
namanya juga iklan mas ipul, kabeh ya mengapusi
kalau pengamatan begawan blog sendiri, bagaimana? dari 10, ada 7 atau 3?
)
@mpokb: mana saya tahu? dari 3 unsur (basah, bau, gatal) yang saya pahami cuma yang pertama karena yang itu kan natural