Kalau sisa tinta dibuang, kok sayang dan mencemari lingkungan. Kalau tak dibuang, lantas buat apa. Buat mengisi pulpen — misalkan masih ada yang pakai — kok kayaknya kurang cocok. Buat riasan pertunjukan keliling barangkali? Atau… apa ya?
This entry was written by Antyo, posted on July 9, 2009 at 01:42.
Hanya sebuah memo. Tak penting, tapi boleh dibaca. Kenapa?
Random Quote
“kelapa memang akan membutuhkan waktu yang lama untuk membesar dan memunculkan buahnnya yang berwarna kuning gading. mungkin, saya atao istri tak akan sempat bisa melihatnya tumbuh besar. dan semoga anak-anak kami bisa melihatnya.”
(Tunas Kelapa) — Nothing Nurdiyanto, 19 Februari 2010
AYO, KITA LIHAT!
• JEPRETAN LANS. Lans Brahmantyo, desainer grafis, fotografer, dan penerbit buku itu punya galeri potret. Keren!
• NICE TRY, NICE TRAY. Ini salah satu blog keren Indonesia. Gambar berbicara karena ditafsir.
• MABUK BAHASA! Satu lagi blog menarik, tentang bahasa, di tengah karut marut bahasa blog(ger). Mari bermabuk-mabukan!
•TENTANG JALAN RAYA Semprul betul blognya LekDjie ini. Hidup konten lokal orisinal -- kalau semuanya lokal. :)
5 Comments
buat ngecat layangan, atau belajar nulis. kasih aja anak2, pasti ketemu buat apa
Untuk putaran berikutnya, Paman…
Eh..ga ada ya?
tps tempat saya kemarin tumpah 1 biji
jadi sisanya cuman dikit
buat pemilu 5 tahun mendatang (2014),lumayan bisa menghemat.
kalo buat mbasahin bantalan stempel bisa ndak ya?