Mari Menjadi Kaya dan Bersenang-senang

Ya, ya, ya… Anda sudah bosan. Tulisan pada gambar tidak perlu Anda baca. Tapi kutipan di situsnya rasanya menarik:
Lihatlah Jadwal Harian Saya Setiap Harinya Untuk Renungan!
Jadwal harian saya begitu sederhana. Setiap hari saya bangun pagi, setelah minum kopi sambil baca surat kabar, saya biasa sarapan sedikit. Setelah itu saya akan menyalakan TV untuk menonton berita berita pagi. Setelah mandi dan sekitar penhujung pagi, saya akan menyalakan komputer saya dan masuk ke internet banking saya untuk mengecek saldo rekening… Rp.500.000,- telah masuk ke rekening saya pagi ini. Setelah ini biasa saya akan pergi ke gym saya disalah satu mal dikawasan selatan, sambil bersantai setelah melakukan beberapa exercise rutin, saya akan membuka Blackberry Magnum saya yang baru untuk mengecek lagi rekening melalui internet bank… mantap betul karena uang sudah bertambah masuk lagi!Setelah makan siang, saya biasa berjalan jalan di mal mal yang begitu banyaknya di Jakarta, dan jika kebetulan di salah satu mal yang sedang saya kunjungi ada mesin ATM atau cabang dari Bank saya, maka saya tidak pernah lupa untuk berhenti sejenak untuk mengecek saldo rekening bank saya… Ya pendapatan saya terus bertambah secara otomatis sesuai waktu yang berjalan. Bisnis ini sangat canggih karena bekerjanya siang dan malam tanpa henti, layaknya seperti mesin pencetak uang yang terus menerus menghasilkan walau disaat kita tidak melakukan apa apa lagi!
Mari mengenang Mbah Surip terutama suara tawanya: ha-ha-ha-ha-ha!
Anda berminat? Jangan keburu kawin lagi lho. Godaan sebagai orang kaya (mendadak) itu berat eh mengasyikkan…
11 Responses to Mari Menjadi Kaya dan Bersenang-senang
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
UKM Heboh
29/01/2009Recent Comments
adhi
» Sekedar informasi, di sebuah pohon leses yang terletak di kota Boyolali, terdapat sebuah lokasi yang kerap didatangi mereka-mereka yang sedang mencari pesugihan. Tepatnyalah di desa terpencil. Salah satu “menu” pesugihan di...
ichal
» Saya jual jipang/bipang (terbuat dr beras) dan brondong (terbuat dari jagung), silahkan di order jikalau berminat. Harga per pack 8,000 rupiah (isi 10 biji) berminat bisa hub saya di no : 0852.5878.4002 Lokasi saya di Surabaya Bagi...
raditya
» di ralat gan itu bukan 600cc tapi 900cc,, yamaha xj900p
maulana
» saudara2ku kita tetap waspada, meski situs pesugihan islami al ghoniyyu di kaltim dan yayasan rumah dakwah alfatihah di aceh itu sdh diblokir, tapi jangan lengah karena mereka bisa ber-ganti2 nama, tapi orangnya itu2 juga atau...
maulana
» Tadinya saya juga mau transfer ke yayasan al ghoniyyu, tapi saya sdh cek sendiri langsung keberadaan alamat yayasan tsb di jl raya bontang km.17 gang dewandaru desa sangkima lama sangatta, ternyata hanya hutan belantara alias fiktif....
Totot
» Ini kan memang negara tanpa pemerintah. Jadi setiap orang harus bertahan hidup dengan caranya sendiri-sendiri, dengan biaya dari kantungnya sendiri. Beruntunglah mereka yang duitnya berlimpah.
mpokb
» Hehe, kayak kopitiam itu ya.. Hiks.
mpokb
» Kita ini bangsa ceroboh, kreatif, pengambil risiko tinggi atau adaptif sih? :D
mpokb
» Solusi murmer, di gambar proyek mestinya nggak ada ya :D Btw, kayaknya saya kenal sama yang di foto dah :D
mpokb
» Duh… *speechless lihat terjemahan dan font-nya*












Pada tahun 1920-an, Bill Lear, seorang sarjana teknik yang baru lulus, diterima bekerja di Galvin, salah satu divisi Motorola, yang memproduksi sasis radio. Saat itu merupakan suatu zaman dimana banyak kaum muda yang menjadi kaya dengan cara menciptakan alat-alat sederhana yang bisa memperingan tugas kerja atau menambah kenyaman dan menikmati hidup.
Setelah barangnya jadi orang bilang sederhana. :)
crita ‘jaga lilin’ di malem hari belum sempat ditulis itu hihihihihi ……
—
Gitu ya? :D
/tyo/
kok aku merasa bahwa kaya yang sifatnya instan itu ga akan berlangsung lama ya? :P
—
bergantung pada kemampuan mengelola. secara teoretis gitu sih. :D
/tyo/
Ngecek saldo masuk aja kok repot gitu ya? Kan ada SMS banking :)
–
Kalo pake mobile banking kan gak asyik dalam membangun cerita jalan-jalan ke mal :D
/tyo/
Andai itu saya yang diceritakan saya gak perlu capek2 ngeblog yang hanya buang2 waktu (maaf, ini bukan saya yang mengatakan, lho). Buat apa lagi coba? Apalagi ngajak2 orang untuk menjadi kaya dengan promo begituan? Baik hati bener ini orang. Kaya kok ngajak2.
He…. He….
—
Di situsnya dia bilang, itu karena niat berbagi :D
/tyo/
kaya koq ngajak ngajak..
=))
—
Namanya juga berbagi. Mukti siji mukti kabeh. :D
/tyo/
melihara tuyul paman
—
Pengin sih. Tapi nggak tau mau kasih makan apa buat tuyul. Masa Whiskas dan Alpo?
/tyo/
ketika semua orang sudah kaya, maka ga akan lagi ada kantor atau perdagangan/jasa….lhadalah hahaha
Takuutt.. Nanti kayak Bernie Madoff..
—
Lho, kaya kok takut. Ayo kaya, Mpok! Kaya!
/tyo/
Wow! Penak tenan uripe para manusia seperti Iwan Setiawan dan Asep Sayefudin di atas itu! Saya berminat, Paman! Sangat berminat! Kenalin dengan mereka, dong! Apa alamat e-mail mereka? Nomor ponsel? Alamat rumah? Dan lain-lain…
—
Nanti ya, kalau saya sudah kenalan. Tapi kalau saya berhasil kaya, saya nggak akan bagi ilmu pesugihan lho.
/tyo/