Dan bahkan The Jakarta Post pun menjaring opini pembacanya tentang rencana kedatangan Diajeng Maria Ozawa.

Tapi dari semua kehebohan di blog, yang paling bagus adalah pernyataan Budiyono:
“Bukannya kami gak suka Miyabi, tapi kami biasa melihatnya telanjang dengan mendownload GRATIS. Sekarang kami harus BAYAR untuk melihatnya memakai baju?? (ini sarkasm!)”
© Ilustrasi Miyabi: Paydjo
jangan cuma diundang maen film dong,sekalian aja dikontrak buat kesejahteraan para penghuni senayan atau departemen….?biar mereka pada cerdas dalam ngurus masalah kita para orang biasa…
saya sebagai seorang pria saya suka pada sosok miyabi yang cantik, tapi sebagai orang timur saya gak suka pekerjaan nya suka memamerkan auratnya, tetapi sebagai muslim saya berharap dengan datangnya miyabi ke indonesia dapat menyadarkan dia agar segera tobat dan menjadi wanita yang alim, apalagi bila melihat dia pakai jilbab dia sangat cantik deh seperti bidadari, namun bila telanjang kok seperti wanita biasa tidak ada yang istimewa, jadi saya harap bila miyabi datang ke indonesia dapat menyadarkan dia agar berhenti dari pekerjaan yang sekarang(actrees porno).
ah, miyabi..
tetep NANA CHUNK!
(ninja)
Saya bukan termasuk orang yang sering mendownload gambarnya, lho Paman. Pinginnya ya download langsung ke orangnya. Kek….Kek 13X
anjrit tadinya may ngomentari miyabi, latapi habis baca komennya pak hedi jadi ngakak tengah malam saya :D
menyambung komentar si mpok, di kalangan temen2 dekatku ada sindiran untuk mereka yg dekat dengan isu libido; hobi kok ngaceng!? hahaha
hihihi, ndak nyangka JP bikin text your say, tentang miyabi
pernyataan yang orisinal. jadi ingat omongan salah satu karakter perempuan di film apa gitu, bahwa seks-lah yang menggerakkan dunia. wacana apa saja, hayo lah.. teknologinya secanggih apa, monggo.. intinya sih tetap sama :D
—
Mpok emang hebat! Lha hidup manusia kan emang digerakkan oleh libido? Tinggal gimana ngelolanya. Butuh makan minum buat bertahan hidup. Butuh kopulasi buat mempertahankan spesies. :)
/tyo/