Kontroversi Penaklukan Puncak Everest

Menarik! Ikutilah paparan Ambar tentang Clara Sumarwati, wanita pendaki Indonesia. Benarkah Clara telah sampai puncak Everest? Belum lagi ditambah cerita tentang keterlibatan militer dalam ketidakjelasan itu.

  • Share/Bookmark

10 Comments

  1. Posted October 16, 2009 at 13:16 | Permalink

    hm…. takut rajawali itu terbang kemari.

  2. Posted October 16, 2009 at 13:26 | Permalink

    katanya di puncak Everest ada semacam tiang untuk mengikatkan bendera, tanpa poto disitu dianggap hoax

  3. Posted October 16, 2009 at 14:29 | Permalink

    Penasaran apakah ini hoax.

  4. Posted October 16, 2009 at 15:46 | Permalink

    salut dengan riset mbak ambar untuk tulisan itu..

  5. Posted October 16, 2009 at 20:57 | Permalink

    aku dah baca beberapa hari lalu, sama seperti si mpok…saya salut dengan ambar :D

    tapi duh…everest, saya takut lah. ke jayawijaya dulu aja, saya ga jadi…takut hehehe

    coba lagi. panjat lagi.
    /tyo/

  6. Posted October 17, 2009 at 00:59 | Permalink

    jadi kesimpulannya itu gimana, bener apa hoax sih mas paman

    lha saya ndak tahu je.
    /tyo/

  7. Posted October 19, 2009 at 00:39 | Permalink

    Selamat malam paman.
    mantap ya Mbak Ambar, saya salut atas riset yang dilakukannya selama ini. bagi saya berarti beliau mencoba menulis fakta bukan opini.

    Ambar emang hebat.
    /tyo/

    salam

  8. Posted October 19, 2009 at 07:49 | Permalink

    Wah udah keduluan septa.. :grin:

    terus terang saya malah bingung paman…

  9. Posted October 19, 2009 at 09:48 | Permalink

    *maaf, baru tahu ini blognya paman tyo*

    ada juga sekilas berita di kota Yogyakarta, tidak diakui oleh saudaranya (bahkan warga disana) kalo seseorang pendaki yang pernah menaklukkan Puncak Everest, hanya karena pernah mengalami penyakit kelainan jiwa. ternyata sebuah pengakuan itu memang butuh legalitas saat ini

    Halo Gajah Pesing! Masih bau kan? Pakabar? :)
    /tyo/

  10. riri
    Posted November 30, 2009 at 13:18 | Permalink

    iri hati itu masalah mereka yang iri, maka gajah dipelupuk mata tidak tampak gajah disebarang tampak

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*
Copyright © 2007 memo. All rights reserved.