Cat Semprot @ Clothing Distro
Inilah urban art. Nggak cuma jual kaos. Tapi juga cat semprot, buat ngebom tembok dan bermural-ria (bukan bermural durja[nah]).

Tagged with: cat semprot • clothing distro • fashion • MTN • mural • pylox • tembok bomber • urban art
9 Responses to Cat Semprot @ Clothing Distro
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Pemain Lokal
09/12/2009Inilah yang diidamkan oleh dotcomers lokal, seperti yang pernah dilontarkan oleh Danny dari Kaskus dalam diskusi Citra Pariwara 2009: pemain lokal mestinya dijual karena dikenal. Saat itu Danny mengritik iklan-iklan ponsel yang memamerkan fitur Twitter dan Facebook. Bravo Kaskus! Sebuah cerita dari rumah karaoke di Makassar.
Recent Comments
adhi
» Sekedar informasi, di sebuah pohon leses yang terletak di kota Boyolali, terdapat sebuah lokasi yang kerap didatangi mereka-mereka yang sedang mencari pesugihan. Tepatnyalah di desa terpencil. Salah satu “menu” pesugihan di...
ichal
» Saya jual jipang/bipang (terbuat dr beras) dan brondong (terbuat dari jagung), silahkan di order jikalau berminat. Harga per pack 8,000 rupiah (isi 10 biji) berminat bisa hub saya di no : 0852.5878.4002 Lokasi saya di Surabaya Bagi...
raditya
» di ralat gan itu bukan 600cc tapi 900cc,, yamaha xj900p
maulana
» saudara2ku kita tetap waspada, meski situs pesugihan islami al ghoniyyu di kaltim dan yayasan rumah dakwah alfatihah di aceh itu sdh diblokir, tapi jangan lengah karena mereka bisa ber-ganti2 nama, tapi orangnya itu2 juga atau...
maulana
» Tadinya saya juga mau transfer ke yayasan al ghoniyyu, tapi saya sdh cek sendiri langsung keberadaan alamat yayasan tsb di jl raya bontang km.17 gang dewandaru desa sangkima lama sangatta, ternyata hanya hutan belantara alias fiktif....
Totot
» Ini kan memang negara tanpa pemerintah. Jadi setiap orang harus bertahan hidup dengan caranya sendiri-sendiri, dengan biaya dari kantungnya sendiri. Beruntunglah mereka yang duitnya berlimpah.
mpokb
» Hehe, kayak kopitiam itu ya.. Hiks.
mpokb
» Kita ini bangsa ceroboh, kreatif, pengambil risiko tinggi atau adaptif sih? :D
mpokb
» Solusi murmer, di gambar proyek mestinya nggak ada ya :D Btw, kayaknya saya kenal sama yang di foto dah :D
mpokb
» Duh… *speechless lihat terjemahan dan font-nya*












Haduh, jaman SMA aku belum pernah corat-coret tembok!
Hidupku merugi.. *halah*
Sandalian: Kamu malah bahagia, tak perlu menjadi vandalis atas nama seni :)
Ini dia neh, kenangan lama. Dulu waktu masih sekolah di Solo, saya semprot tembok di Laweyan dengan simbol Grunge. Tak lama kemudian, om saya tahu siapa pelaku vandal di kampung saya.
Saya kena marah dan nasehat. Nasehat om yang masih saya ingat sampai hari ini dan yang membuat saya berhenti melakukan vandal adalah “Le, kejahatan besar selalu dimulai dengan kejahatan kecil”
Saya terkesan sekali dengan nasehat itu dan akhirnya tidak pernah melakukan lagi kecuali di tembok kamar sendiri dengan gambar Fidel Castro.
Paman Thob!
Iqbal Prakasa recently posted..Menengok Biro Jasa Digital
[...] Pelakunya bisa kelas atas yang mampu membeli sekian kaleng cat semprot impor Montana 94 (lihat Memo) sekaligus, bisa juga kelas bawah yang untuk membeli sekaleng cat lokal murahan seharga Rp 20.000 [...]
lha kalo cuma ambil klerengnya doang paman, berkelana dari satu bengkel ke bengkel lain mengumpulkan bekas pylox :D
[...] Ketiga: merek Pylox memang kuat, padahal untuk ngebom ada yang lain. [...]
jamanku dulu pake Pylox.. :D
Pylox? Ngotorin tembok orang ya, Zam? :D
jadi inget jaman SMA, tapi grafiti ku cuma satu; Iron Maiden doang :P
—
Top! Eh Elpamas gak termasuk? :D
/tyo/