Saklar Lampu Tio Bisa Marah

Barang baru. Ini saklar lampu untuk rumah tinggal. Namanya Tio. Terbikin oleh Tim Holley Design.  Saklar ini menyasar anak-anak, karena merekalah yang 30 tahun mendatang menjadi pengambil keputusan penting, termasuk pengelolaan energi dan sumbernya. Cara kerjanya sederhana. Kalau lampu menyala kurang dari sejam, Tio menghijau. Lebih dari itu Tio menguning, dan selebihnya memerah karena marah.

Dengan begitu keluarga konsumen diharapkan lebih sadar penghematan energi. Bagaimana mengukur penghematan, perusahaan listrik partikelir maupun sontoloyo cap BUMN bisa menghitungnya secara cerdas. Memang sih, dengan mengambinghitamkan sistem bisa saja SMS tagihan listrik dari Perusahaan Lilin Ngeselin selalu menganggap konsumen boros energi, tanpa peduli fluktuasi pemakaian. Ketidakcerdasan akan terkoreksi secara acak, dalam rentang waktu lama, dengan mendatangi rumah konsumen yang pemakaian setrumnya rendah. Instrumen dikeluarkan, disuruh bekerja, dengan hasil nihil. “Kami curiga kenapa pemakaian listrik di rumah ini rendah,” kata petugas.

Si petugas semprul itu lupa, bahwa selain penghematan oleh konsumen, berkurangnya konsumsi listrik  juga dikarenakan pemadaman. Cara untuk  memulihkan kecerdasan orang-orang pabrik setrum, terutama petingginya, adalah dengan re-edukasi. Misalnya mendudukkan mereka, satu per satu, di atas kursi listrik yang arusnya bisa disetel. Tentu dengan syarat ketika listrik tidak padam.

  • Share/Bookmark

10 Comments

  1. Posted November 13, 2009 at 10:28 | Permalink

    Share di fesbuk, ah, Bang Paman…
    Dengar-dengar mau ada program pembatasan konsumen listrik bagi rumah mewah. dimulai dari rumat Dirut PLN, kali yak?

    Dimulai dari direksi dan komisaris PLN. :)
    /tyo/

  2. Posted November 13, 2009 at 13:18 | Permalink

    Sepertinya saklar cap (paman)Tyo lagi merah ituh…

    :-D :-D :-D

    Ndak sih… :)
    /tyo/

  3. Posted November 13, 2009 at 14:55 | Permalink

    aha! ini keren. saya suka gaya paman mencela-cela BUMN. terutama tulisan tentang PLN dan Telkom.

    alus tapi sadis. :D

    Apa? Sadis(tis)? Ohhhh tidak-dak-dak!
    /tyo/

  4. Posted November 13, 2009 at 15:39 | Permalink

    Perusahaan Lilin Ngeselin…. hmm, kalo Lilin diganti pake LED masih bisa kok (sama-sama L)

    Lilin, LED, Lelet, Luarbiasa, Lhoghok… :)
    /tyo/

  5. Posted November 13, 2009 at 18:50 | Permalink

    baru bercakap-cakap dengan ali kambing lagi?

    Oh tidak. Saya malas dan jera berbicara dengan kambing-kambing itu.
    /tyo/

  6. Posted November 13, 2009 at 19:53 | Permalink

    apakah petugas PLN itu bernama Tyo?

    Yang namanya Tyo dalam sejarah posting saya ada dua: petugas penerima pengaduan di Telkom dan anggota kawanan penipu yang memperdayai ibu saya. :D
    /tyo/

  7. Posted November 13, 2009 at 21:59 | Permalink

    di Jerman sudah lama diadakan kampanye penghematan listrik, termasuk di kamar hotel. tapi tentu para elite Kambingnya ya juga ikutan hemat. kalo kambing sini, wah vise versa deh :P

    Rumah kambing supertop di sini? Biaya listrik, air, gas, bbm, mobil, sopir, ditanggung oleh perusahaan. :D Di RUPS cuma jadi pengetahuan, tapi sebagai BUMN mestinya itu diumumkan. :(
    /tyo/

  8. Posted November 13, 2009 at 22:03 | Permalink

    aneh tenan….
    wong jualan kok pembeli yang di permasalahkan? :)

    penjual yang aneh. dagangan laku malah marah. :D
    /tyo/

  9. Posted November 14, 2009 at 06:45 | Permalink

    oh postingan akibat mati lampu hihihihi
    kembali kejaman batu

    Persoalannya pada zaman batu belum ada alat berlistrik. Yang mereka khawatirkan hanya runtuhnya langit dan jatuhnya matahari. :P
    /tyo/

  10. Posted November 17, 2009 at 09:03 | Permalink

    “Misalnya mendudukkan mereka, satu per satu, di atas kursi listrik yang arusnya bisa disetel. Tentu dengan syarat ketika listrik tidak padam.”
    ===========
    bagian diatas Like this.

    Hmmm ini jadi bagian penting apa ya? :D
    /tyo/

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*
Copyright © 2007 memo. All rights reserved.