Barang baru. Ini saklar lampu untuk rumah tinggal. Namanya Tio. Terbikin oleh Tim Holley Design. Saklar ini menyasar anak-anak, karena merekalah yang 30 tahun mendatang menjadi pengambil keputusan penting, termasuk pengelolaan energi dan sumbernya. Cara kerjanya sederhana. Kalau lampu menyala kurang dari sejam, Tio menghijau. Lebih dari itu Tio menguning, dan selebihnya memerah karena marah.

Dengan begitu keluarga konsumen diharapkan lebih sadar penghematan energi. Bagaimana mengukur penghematan, perusahaan listrik partikelir maupun sontoloyo cap BUMN bisa menghitungnya secara cerdas. Memang sih, dengan mengambinghitamkan sistem bisa saja SMS tagihan listrik dari Perusahaan Lilin Ngeselin selalu menganggap konsumen boros energi, tanpa peduli fluktuasi pemakaian. Ketidakcerdasan akan terkoreksi secara acak, dalam rentang waktu lama, dengan mendatangi rumah konsumen yang pemakaian setrumnya rendah. Instrumen dikeluarkan, disuruh bekerja, dengan hasil nihil. “Kami curiga kenapa pemakaian listrik di rumah ini rendah,” kata petugas.

Si petugas semprul itu lupa, bahwa selain penghematan oleh konsumen, berkurangnya konsumsi listrik juga dikarenakan pemadaman. Cara untuk memulihkan kecerdasan orang-orang pabrik setrum, terutama petingginya, adalah dengan re-edukasi. Misalnya mendudukkan mereka, satu per satu, di atas kursi listrik yang arusnya bisa disetel. Tentu dengan syarat ketika listrik tidak padam.
10 Comments
Share di fesbuk, ah, Bang Paman…
Dengar-dengar mau ada program pembatasan konsumen listrik bagi rumah mewah. dimulai dari rumat Dirut PLN, kali yak?
—
Dimulai dari direksi dan komisaris PLN.
/tyo/
Sepertinya saklar cap (paman)Tyo lagi merah ituh…
—
Ndak sih…
/tyo/
aha! ini keren. saya suka gaya paman mencela-cela BUMN. terutama tulisan tentang PLN dan Telkom.
alus tapi sadis.
—
Apa? Sadis(tis)? Ohhhh tidak-dak-dak!
/tyo/
Perusahaan Lilin Ngeselin…. hmm, kalo Lilin diganti pake LED masih bisa kok (sama-sama L)
—
Lilin, LED, Lelet, Luarbiasa, Lhoghok…
/tyo/
baru bercakap-cakap dengan ali kambing lagi?
—
Oh tidak. Saya malas dan jera berbicara dengan kambing-kambing itu.
/tyo/
apakah petugas PLN itu bernama Tyo?
—
Yang namanya Tyo dalam sejarah posting saya ada dua: petugas penerima pengaduan di Telkom dan anggota kawanan penipu yang memperdayai ibu saya.
/tyo/
di Jerman sudah lama diadakan kampanye penghematan listrik, termasuk di kamar hotel. tapi tentu para elite Kambingnya ya juga ikutan hemat. kalo kambing sini, wah vise versa deh
Di RUPS cuma jadi pengetahuan, tapi sebagai BUMN mestinya itu diumumkan. 
—
Rumah kambing supertop di sini? Biaya listrik, air, gas, bbm, mobil, sopir, ditanggung oleh perusahaan.
/tyo/
aneh tenan….

wong jualan kok pembeli yang di permasalahkan?
—
penjual yang aneh. dagangan laku malah marah.
/tyo/
oh postingan akibat mati lampu hihihihi
kembali kejaman batu
—
Persoalannya pada zaman batu belum ada alat berlistrik. Yang mereka khawatirkan hanya runtuhnya langit dan jatuhnya matahari.
/tyo/
“Misalnya mendudukkan mereka, satu per satu, di atas kursi listrik yang arusnya bisa disetel. Tentu dengan syarat ketika listrik tidak padam.”
===========
bagian diatas Like this.
—
Hmmm ini jadi bagian penting apa ya?
/tyo/