
Apa sih reader yang enak? Saat ini, bagi saya, yang sesuai kebutuhan ya Feedly. Sebelumnya saya pakai Google Reader tapi pengorganisasiannya nggak nyaman. Sebelumnya lagi saya pakai aplikasi desktop RSS Bandit — menggantikan reader di Microsoft Outlook yang sering ngadat.
Di Feedly, yang merupakan add on untuk browser, kita bisa langsung share ke jejaring sosial atau forward ke Gmail. Lebih dari itu, ada monitoring untuk Tweeter. Tampilan Feedly juga lebih memajalah (magazinelike). Kekurangannya adalah Feedly hanya cocok untuk pengguna yang koneksinya ke internet lancar — syukur kalau murah bahkan gratis. Di zaman dial up (jangan tertawa), atau ketika pakai koneksi berbasis durasi, RSS Bandit itu nyaman bagi saya. Boleh tahu Anda pakai apa? Barangkali itu tak penting. Lebih penting ini: memangnya kita selalu punya cukup waktu untuk memantau hal yang kita pilih?

7 Comments
aku malah ndak pake. ndak ngerti babar blas. eh, ngerti dikit ding. ya google reader itu.
tapi ya itu, ndak nyaman jadi kutinggalkan.
masih setia sama google reader
eh, kalo aku sih pake google reader aja. dulu pernah pake omea reader, bagus, tapi berat.
sempat kepikir mau bikin akun, tapi nggak jadi. info seperlunya saja, asal dari sumber tepercaya
aku pas baca tulisan “(jangan tertawa)” kok malah jadi tertawa..
saya malah setia dengan Opera Mail
@Mas Zam: Gitu-gitu baru 4 bulan ini saya terbebas dari era dial-up
saya pake bloglines. Punya google reader juga sih tapi terbengkalai.
One Trackback
feedly…
..
kemudian menampilkannya dalam bentuk kolom perkolom mirip koran atau
majalah.
tampilannya rapi, walaupun mungkin mesti dibenahi mengenai picture-box yang kosong kosong tersebut. tapi overall : menyenangkan.
…