
Bagi saya kalimat dalam iklan ini bukan masalah. “Damn! I love Indonesia,” kata VJ Daniel (da-ni-el, bukan da-nil) mewakili Nokia. Bagus itu. Bahasa iklan memang menggunakan idiom yang hidup dalam kelompok masyarakat tertentu. Sayang, kalangan puritan yang sok nasionalis kadang bingung membedakan kapan dan di mana harus berbahasa dengan baik lagi benar, dan pula kapan tak sebaku itu. Tapi ketika harus berbahasa Indonesia secara tepat dan efektif, tuturan mereka malah menabrak kaidah. Orang Indonesia modern yang saya bayangkan adalah yang bahasa Inggrisnya bagus dan bahasa Indonesianya bagus. Harus keduanya sekaligus, bukan memilih salah satu. Sayang, saya belum modern. Padahal ingin.
9 Comments
VJ nya dibaca vije ato veje pak?
kalo dibaca vijay nanti dikira dari india
kalo diterjemahkan kira-kira begini: “Jancuk, Aku tresno Indonesia!”
itu versi jawa timur zam. kalo versi jogja gimana? ‘asu, aku tresna indonesia’? :p
iyaa.. jangan sampai sudah berbahasa Inggris, ternyata orang Inggris-nya tetap nggak paham
orang kita memang sok inggris, padahal kalo diajak ngomong inggris beneran malah tolah toleh
@zam & @arya:
itu juga yang bikin saya bingung, ngomongnya tresno kok diawali misuh ya?
Saya juga termasuk yang belum modern seperti kata Paman. Bahasa Indonesia masih belum bagus. Kalau nulis blog kadang2 masih sering buka kamus besar bahasa Indonesia. Kalau bahasa Inggris apalagi.
yang saya tau,kalimat “DAMN,I LOVE INDONESIA!” itu salah satu line clothingnya Vj Daniel. DAMN itu sendiri singkatan dari Daniel Mananta,nama panjang dari daniel. Semoga bisa menjadi masukan