Jurnalisme: Sensual & Montok

Inilah kerepotan sebuah portal besar yang berisi aneka informasi. Misalnya Kompas.com. Ketika kabar dari anggota (Surya) dinaikkan, maka pendekatan di Kompas  online pun tak berubah. Mungkin akibat minimnya bahan dan desakan tenggat. Untuk Surya, orang bisa bilang itu  berkaitan dengan target dan segmentasi pembaca. Tapi misalkan benar begitu, sudut pandang berita ini mengikuti warga di lingkungan pasangan yang jadi lakon.

Apapun sikap warga itu memang potret sosial, dan media layak merekamnya. Hanya saja nuance warta ini telah mengadili si lelaki yang menghamili seorang janda yang juga adik iparnya, dengan tambahan penggiringan opini karena si janda “sensual” (Kompas) dan “montok”  (Surya). Seolah “kemolekan” (Kompas dan Surya) ditempatkan sebagai “pemicu kejahatan”. Misalkan berita ini muncul di Kompas cetak edisi Minggu, sebagai berita ringan, gaya penjudulan dan isi yang sama pun menjadikan Kompas tak beda dengan Pos Kota dan city papers lainnya. Pesona fisik perempuan (yang diopinikan begitu) menjadi sumber “kejahatan pria”, sehingga si “korban” juga patut dipersalahkan.

Dalam pengandaian saya, kelasnya Kompas adalah menyajikan perbenturan nilai dalam sebuah masyarakat secara lebih jernih dan dewasa. Tapi, yah inilah konsekuensi megaportal dan kecenderungan internet: serba-tergesa, tak sempat jaga jarak. Tak hanya Kompas, portal dengan banyak saluran akan menghadapi kerumitan yang sama — apalagi kalau user generated contents.

Posting serupa sebelum ini ada juga.

  • Share/Bookmark

8 Comments

  1. Posted November 24, 2009 at 08:36 | Permalink

    mmm…dalam bahasa jurnalis..judul depan SEBISA mungkin BOMBASTIS. ketika judul sudah menarik perhatian pembaca maka soal isi gak menarik gak masalah..begitu kata media

  2. Posted November 24, 2009 at 10:14 | Permalink

    apa artikelnya luput dari pengawasan editor Paman?

  3. Posted November 24, 2009 at 11:14 | Permalink

    kompas kekurangan editor? apa salak? :D

  4. Posted November 24, 2009 at 15:38 | Permalink

    Wah…. Aduh….

  5. Posted November 24, 2009 at 16:20 | Permalink

    wah koran ku tuh.. top wis pokoke.
    :p

  6. Posted November 24, 2009 at 17:58 | Permalink

    kurang audibel tuh. “Crot! Janda Dimesumi Kakak Iparnya”

  7. Posted February 1, 2010 at 14:21 | Permalink

    yang nggak punya rasa tanggung jawab atas kejadian demi kejadian peniuan dengan adanya rubrik RESTORAN CINTA di tabloid memo itu redaksi memo atau pembacanya

  8. Antyo
    Posted February 1, 2010 at 17:39 | Permalink

    @harnomujito: maaf, saya nggak paham; ini soal apa ya?

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*
Copyright © 2007 memo. All rights reserved.