Dari digital ke cetak. Itulah The Blogpaper dari Inggris. Posting dari pengguna yang mendapatkan nilai tinggi dari pembaca akan diangkut ke edisi cetak. Itulah yang disebut “experiment in collective print publishing by bloggers”. Mungkin kemunduran, mungkin kemajuan. Dari sisi pekerjaan, tetap saja butuh editor dan desainer grafis. Bedanya, tak ada jaringan reporter, dan tak ada rapat perencanaan yang menjenuhkan. Bagusnya, ginian akan memelihara semangat ngeblog, dan setiap peminat terpacu membuat posting yang orisinal dan keren.

Hmmm… ternyata rasa kertas belum tergantikan. BTW, misalkan di Indonesia ada koran gratis mingguan dengan bahan dari blog bagaimana? Setujukah Anda?
Lebih bagus kalau tampilan visualnya gonta-ganti, bahkan desainernya pun dari kalangan bloggers. Pemrednya pun gonta-ganti. Ongkos cetak? Dari iklan dan sumbangan.
6 Comments
iya tuh, tadi sore baca2 keren juga. kreatif kalo di Indonesia ada, barangkali sampeyan mau bikin?
Terselubung.tk wajib masuk nih
______________________________________________
Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/
malam Paman…kalo saya sih setuju pasti
selamat malam, dan selamat beristirahat Paman
-salam- ^_^
gak pakai ragu, gak pakai lamban: setuju!
bener-bener inspiratif pak.
Mampir lagi Paman. Lama tak berkunjung.
Setuju kalau ada model yang begini. Nasib cetakan, penerbit dan para pendukungnya, sing jelas tidak akan kukut gara-gara produk digital. He…He….
Besok siyap siyap bikin blog iklan baris..