Jomblo bukan kutukan. Bukan anugerah. Bukan aib, juga bukan prestasi. Selamat datang. Jangan malu. Sebuah cerita dari Yogya.

Jomblo bukan kutukan. Bukan anugerah. Bukan aib, juga bukan prestasi. Selamat datang. Jangan malu. Sebuah cerita dari Yogya.

This entry was written by Antyo, posted on December 21, 2009 at 23:30.
Filed under Bisnis, Jajan, Perjalanan and tagged gondokusuman, jomblo, warung, yogya.
Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.
Hanya sebuah memo. Tak penting, tapi boleh dibaca. Kenapa?
![]()
“Sekarang rompi polisi ada iklannya. Didada sebelah kanan itu bukan papan nama tapi iklan NEXIAN.”
— Sawung, 14 Februari 2010
(Rompi Polisi Beriklan)
• JEPRETAN LANS. Lans Brahmantyo, desainer grafis, fotografer, dan penerbit buku itu punya galeri potret. Keren!
• NICE TRY, NICE TRAY. Ini salah satu blog keren Indonesia. Gambar berbicara karena ditafsir.
• MABUK BAHASA! Satu lagi blog menarik, tentang bahasa, di tengah karut marut bahasa blog(ger). Mari bermabuk-mabukan!•TENTANG JALAN RAYA Semprul betul blognya LekDjie ini. Hidup konten lokal orisinal -- kalau semuanya lokal. :)
5 Comments
orang tua yg sudah punya istri dan anak berati tak boleh masuk hihihi
desainnya itu lho meriah dan warnanya menarik perhatian sekali, khas kaum jomblo yg selalu menarik perhatian
“Jomblo bukan kutukan. Bukan anugerah. Bukan aib, juga bukan prestasi.”
Jomblo itu pilihan
Wah.wahana bwat melepas kejombloan.sp tau ada jomblowati yg sukses nyanthol di hati..
deket bethesda/sanata darma ya man?