Tahun 2009 belum usai. Jadi kenapa harus memasang “trend 2010″? Sebuah cerita dari Yogya.

This entry was written by Antyo, posted on December 21, 2009 at 23:40.
Filed under Bisnis, Perjalanan and tagged jalan solo, jalan urip sumoharjo, toko kain, trend 2009, trend 2010, yogya.
Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Hanya sebuah memo. Tak penting, tapi boleh dibaca. Kenapa?
![]()
Kini saya dua gunakan ponsel Nokia seharga masing-masing Rp 245.000 dan Rp 535.000… Ponsel boleh murah —tetapi yang penting pulsa tak pernah kering…
— Junianto, 12 Maret 2010
(“Kapok Beli Ponsel Mahal…“)
• JEPRETAN LANS. Lans Brahmantyo, desainer grafis, fotografer, dan penerbit buku itu punya galeri potret. Keren!
• NICE TRY, NICE TRAY. Ini salah satu blog keren Indonesia. Gambar berbicara karena ditafsir.
• MABUK BAHASA! Satu lagi blog menarik, tentang bahasa, di tengah karut marut bahasa blog(ger). Mari bermabuk-mabukan!•TENTANG JALAN RAYA Semprul betul blognya LekDjie ini. Hidup konten lokal orisinal -- kalau semuanya lokal. :)
5 Comments
bukannya gambarnya “trend 2009″?
tunjuk komen zam, mana mana trend 2010nya hihihi
beli yang ‘trend 2009′, 18 hari lagi udah jadi barang kuno. hehe…
beli yang ‘trend 2009′, 20 hari lagi udah jadi barang kuno. hehe…
pegimana caranya menghapus komen ? *malu, salah itung. ehem*