satu sangkar dua burung: dua orang perempuan sama-sama menghendaki seorang laki-laki (halah! kuno! hehehe…) — Bahtera | Peribahasa
Hanya sebuah memo. Tak penting, tapi boleh dibaca. Kenapa?
Recent Comments
Antyo » Sayang banget, negeri segede ini, yang masyarakatnya juga mengakui dirinya agraris, ternyata terseok-seok bahkan keok. Negeri industri tetep melindungi sektor pertanian, karena pangan...
mpokb » lha ya itu, Bang Paman… banyak hasil penelitian budi daya nggak bisa dilempar ke pasar, terkubur di perpustakaan, atau bahkan diambil negara tetangga, contohnya durian monthong...
Antyo » @mawi: bisa jadi sih :) Lagian yang belanja kan hanya orang mampir, karena ini di rest area :)
Antyo » @mawi: gak ngerti saya soal SMS yang beda nomor pengirim dan nomor teranjurkan. Sering gitu tuh. Apa ya maksudnya?
Antyo » @mawi: Perluasan kibutz kan untuk pertanian juga, selain yang utama ya aneksasi untuk menggusur orang semaunya. Ariel Sharon termasuk dedengkot. Tapi soal jeruk jaffa yang ini saya gak tahu...
Antyo » @mpokb: Lha kenapa setelah CVPD mengobrak-abrik jeruk kita, gak ada budi daya yang menghasilkan jeruk enak tapi bebal? Pikiran awam aja sih. :)
mpokb » @Bang Paman : Ada yang bilang, jeruk garut itu dulu sengaja dimusnahkan karena jadi penyebar penyakit jeruk. Beberapa waktu kemudian, di Malang juga ada yang membudidayakan jeruk keprok...
mawi wijna » itu klip warna merah juga termasuk permen Paman? :D
mawi wijna » hahahaha, yg saya cermati juga nomor si pengirim dengan nomor di sms kok berbeda ya Paman? jadi jangan-jangan juga ada jasa promosi lewat SMS? :D
mawi wijna » apa memang sudah direncanakan bahwa antrian tak kan mengular? sebab ukuran toko terbilang kecil?
mawi wijna » labelnya Israel, tapi jangan-jangan ditanam di Palestina, d’oh…
Antyo » @mpokb: Jeruk keprok garut itu paling enak, tapi mahal. Kenapa mahal karena produksi terbatas, prosesnya macam2 termasuk distribui gak efisien. Sebagian buah yang masup ke sini konon...
Antyo » @mpokb: itu bukti bahwa dia cerdas dan kreatif. Oh itu nomornya Axis to? *awam*
baru ngerti kalo ningrat itu makanannya biasa aja, bubur ayam!
ningratan. di pinggir jalan to, maksudnya?
Zam: Mangsudnya untuk kaum “ning ratan” alias “orang (yang di) jalanan” :D
aku ningrat, tapi kok ndak pernah liat kafe itu? apa kafenya itu kafe utk ningrat palsu? :p
wah keren aja namanya yah..bikin org minder aja ^_^
Ningrat takseh sederek kalian Darah Biru, nggih mboten, Paman? Kulo nggih sami mboten wantun mlebet.
konon saya ini keturunan ningrat tapi sudah pada level tarangan bubrah jadi kayaknya ndak qualified juga untuk masuk situ paman :D
bahasanya campur-campur. sangat Indonesia :D
aku ya ndak berani masup situ man. duitku ndak meteran jeh
ha, itu yg ningrat cuman harganya. soal kualitas makanannya, so so.
wanjrit pasti yg didalam itu duitnya meteran