Lelaki tanpa Bulu

Saya menemukan banner di Facebook. Ternyata isinya penghilang bulu. Wajar sih, karena tak semua lelaki membiarkan kumis, cambang, dan jenggotnya tumbuh. Bisa saja untuk bagian tubuh lain juga begitu, dan wanita (tertentu) menyukainya. Bahkan untuk jenis hiburan tertentu, khusus dewasa, lelakinya tanpa rumput di bagian tertentu.
This entry was written by Antyo, posted on February 1, 2010 at 19:13.
Filed under Bisnis, Hiburan, Internet and tagged bulu, halus, jantan, macho, metroseksual, rambut, smoothlegs.com, uberseksual.
Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.
or leave a trackback: Trackback URL.
6 Comments
200 ribu? ah mending buat beli nasi jagung, wareg sak ndayak
machismo gaya baru ini?
lha iyalaaah, antyooo..!! masak gw harus makan rumput…? emangnya kambing..?!
di satu sisi, obat penumbuh bulu juga laku..
kaki tanpa bulu bagai kaki kursi eh
hihihi.. kalau Saya mah, memang jarang-jarang alias tidak begitu lebat.. teman-teman sering bilang bahwa kaki saya seperti kaki meja (karena jarang sekali bulunya, padahal udah dari sononya begitu)