Di Jakarta masih ada toko-toko bergaya lama, mirip di kota-kota kawedanan (uh, emang masih ada kawedanan?). Misalnya toko besi di Mayestik ini: masih menggunakan rak kayu jati. Di Jalan Sabang juga masih ada beberapa toko bergaya klasik.
snydez » rasa jeruk khan gitu gitu doang ya? apa bedanya dari negara asing atau lokal? *sok serius
ekoist » Lihat juga tontonan TV, entah sinetron-film-acara jalan2 dll, pasti Jogja selalu ditampilkan seperti itu; bersurjan blangkon, atau batik, atau logat medhok dan lugu, atau andong, rumah...
Joko Sutarto » Yang ditawarkan boleh saja berbeda-beda, Paman tapi semuanya bermuara satu, kalau nggak jualan ya menipu. Saya, kok ndak tertarik blas dengan model penawaran yang pakai cara...
mpokb » Denger-denger sih, nanti si debitur yang nggak bisa bayar utang akan dibikinkan surat pernyataan pailit, dan segala tagihan dioper ke kantor pembuat surat itu. Dia bebas bayar utang, bebas...
hedi » itu masih mending dari orang lain, lha sekarang ini yg sering justru dari vendor
zam » ah, meski asalnya dari israel, tapi lewatnya Cina.. :D
zam » yg ngeselin dan sering bikin antrean mengular adalah para pembeli yg menggunakan keranjang berbondong-bondong. kasir dgn jumlah item terbatas atau hanya menerima cash harusnya sudah mumpuni,...
cornila » itu permen coklat kesukaanku! tapi sekarang susah nyarinya..
kl di solo yg msh melestarikan lemari kyk gini cuma toko obat/jamu dan toko abon :D
orang jakarta malah sering niru-niru beginian. padahal yg asli yg otentik! eh
semakin tua lemari jatinya, terasa semakin magis. saya suka dengan toko model ginian.
retro!