The Spirit of Java. Itu maunya Solo, eh Sala, pokoknya Surakarta. Maka papan ucapan pun dalam bahasa Jawa. Tapi setahu saya, jika kita bertutur dalam bahasa Jawa maka perbedaan huruf “a” dan “o” untuk kata tertentu harus diperhatikan. Kitho atau kitha (= kota)?

Lalu ada yang bertanya, “antyo” atau “antya”? Silakan bertanya kepada Kanjeng Patih Purwaka, termasuk untuk (mungkin) salah eja lainnya dalam bilbor ini. :D

Share
 

10 Responses to Kota dengan Roh Jawa

  1. eko magelang says:

    tapi yang jelas bukan untuk WONG KITHO

  2. [...] Adapun Jawa baru antara lain terlihat pada cara berbahasa Jawa tertulis orang-orang Solo, kota yang berslogankan the spirit of Java: tak perlu mengikuti kaidah lama. Wedi dan wedhi itu sama — padahal artinya [...]

  3. [...] Jawa baru antara lain terlihat pada cara berbahasa Jawa tertulis orang-orang Solo, kota yang berslogankan the spirit of Java: tak perlu mengikuti kaidah lama. Wedi dan wedhi itu sama — padahal artinya [...]

  4. [...] dan ini tak gampang, apalagi jika menyangkut koordinasi antarinstansi, dan tentu saja biaya. Dalam bilbornya, Angkasa Pura I Solo sudah menyebut “Solo the Spirit of Java”, tapi tulisan besar pada [...]

  5. [...] dan ini tak gampang, apalagi jika menyangkut koordinasi antarinstansi, dan tentu saja biaya. Dalam bilbornya, Angkasa Pura I Solo sudah menyebut “Solo the Spirit of Java”, tapi tulisan besar pada [...]

  6. hedi says:

    saya lihat dan baca billboard itu, tapi tak seperti paman yang memotret, saya hanya penasaran pada soal “kitho” itu juga.

  7. blontankpoer says:

    penulisan yang benar: ‘kitha’
    tapi harap maklum, orang-orang iklan kita pun masih sering abai dalam hal berbahasa, apalagi bahasa tulis. repotnya, banyak pemerintahan juga ‘cuek’ dalam berbahasa.

    mestinya, kita tak boleh lagi meyakini istilah HARAP MAKLUM. permisif pada kekeliruan hanya elahirkan kekeliruan-kekeliruan berikutnya.

  8. adi says:

    paman antya rentjaka baru pulang dr sala? :D

  9. mawi wijna says:

    perkara alih bahasa itu biarlah jadi ketetapan yang digagas para munsyi.

    Mau lebih aman? pakailah akasara Jawa, tapi tak ada yg menjamin bakal dipahami oleh masyarakat awam.
    .-= mawi wijna´s last blog ..Hoka-Hoka Bento Mampir Jogja =-.

  10. jun says:

    Oh, Paman habis dari Solo/Sala? Kok nggak ketemu, ya…? (Hehehehehe, pasti nggak ketemu kalau ke Solo/Sala-nya bukan Kamis. Maklum, saya speasialis libur-Kamis :D )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.