Kota dengan Roh Jawa
The Spirit of Java. Itu maunya Solo, eh Sala, pokoknya Surakarta. Maka papan ucapan pun dalam bahasa Jawa. Tapi setahu saya, jika kita bertutur dalam bahasa Jawa maka perbedaan huruf “a” dan “o” untuk kata tertentu harus diperhatikan. Kitho atau kitha (= kota)?

Lalu ada yang bertanya, “antyo” atau “antya”? Silakan bertanya kepada Kanjeng Patih Purwaka, termasuk untuk (mungkin) salah eja lainnya dalam bilbor ini. :D
10 Responses to Kota dengan Roh Jawa
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Cuci Cetak Digital dan Wanita Putih
14/10/2011
Lho? Tanpa film? Apa boleh buat, “cuci cetak” telanjur menjadi istilah untuk pemrosesan karya fotografis. Yang ini lebih ringkas: “cuci”. Memang, layanan cuci ke digital juga ada, yaitu fim dipindai menjadi berkas digital, hasilnya bisa dicetak bisa tidak — tetapi layanan macam ini memang belum menjadi kebutuhan semua orang. Lantas kenapa contoh cetak seringkali [...]
Recent Comments
adhi
» Sekedar informasi, di sebuah pohon leses yang terletak di kota Boyolali, terdapat sebuah lokasi yang kerap didatangi mereka-mereka yang sedang mencari pesugihan. Tepatnyalah di desa terpencil. Salah satu “menu” pesugihan di...
ichal
» Saya jual jipang/bipang (terbuat dr beras) dan brondong (terbuat dari jagung), silahkan di order jikalau berminat. Harga per pack 8,000 rupiah (isi 10 biji) berminat bisa hub saya di no : 0852.5878.4002 Lokasi saya di Surabaya Bagi...
raditya
» di ralat gan itu bukan 600cc tapi 900cc,, yamaha xj900p
maulana
» saudara2ku kita tetap waspada, meski situs pesugihan islami al ghoniyyu di kaltim dan yayasan rumah dakwah alfatihah di aceh itu sdh diblokir, tapi jangan lengah karena mereka bisa ber-ganti2 nama, tapi orangnya itu2 juga atau...
maulana
» Tadinya saya juga mau transfer ke yayasan al ghoniyyu, tapi saya sdh cek sendiri langsung keberadaan alamat yayasan tsb di jl raya bontang km.17 gang dewandaru desa sangkima lama sangatta, ternyata hanya hutan belantara alias fiktif....
Totot
» Ini kan memang negara tanpa pemerintah. Jadi setiap orang harus bertahan hidup dengan caranya sendiri-sendiri, dengan biaya dari kantungnya sendiri. Beruntunglah mereka yang duitnya berlimpah.
mpokb
» Hehe, kayak kopitiam itu ya.. Hiks.
mpokb
» Kita ini bangsa ceroboh, kreatif, pengambil risiko tinggi atau adaptif sih? :D
mpokb
» Solusi murmer, di gambar proyek mestinya nggak ada ya :D Btw, kayaknya saya kenal sama yang di foto dah :D
mpokb
» Duh… *speechless lihat terjemahan dan font-nya*












tapi yang jelas bukan untuk WONG KITHO
[...] Adapun Jawa baru antara lain terlihat pada cara berbahasa Jawa tertulis orang-orang Solo, kota yang berslogankan the spirit of Java: tak perlu mengikuti kaidah lama. Wedi dan wedhi itu sama — padahal artinya [...]
[...] Jawa baru antara lain terlihat pada cara berbahasa Jawa tertulis orang-orang Solo, kota yang berslogankan the spirit of Java: tak perlu mengikuti kaidah lama. Wedi dan wedhi itu sama — padahal artinya [...]
[...] dan ini tak gampang, apalagi jika menyangkut koordinasi antarinstansi, dan tentu saja biaya. Dalam bilbornya, Angkasa Pura I Solo sudah menyebut “Solo the Spirit of Java”, tapi tulisan besar pada [...]
[...] dan ini tak gampang, apalagi jika menyangkut koordinasi antarinstansi, dan tentu saja biaya. Dalam bilbornya, Angkasa Pura I Solo sudah menyebut “Solo the Spirit of Java”, tapi tulisan besar pada [...]
saya lihat dan baca billboard itu, tapi tak seperti paman yang memotret, saya hanya penasaran pada soal “kitho” itu juga.
penulisan yang benar: ‘kitha’
tapi harap maklum, orang-orang iklan kita pun masih sering abai dalam hal berbahasa, apalagi bahasa tulis. repotnya, banyak pemerintahan juga ‘cuek’ dalam berbahasa.
mestinya, kita tak boleh lagi meyakini istilah HARAP MAKLUM. permisif pada kekeliruan hanya elahirkan kekeliruan-kekeliruan berikutnya.
paman antya rentjaka baru pulang dr sala? :D
perkara alih bahasa itu biarlah jadi ketetapan yang digagas para munsyi.
Mau lebih aman? pakailah akasara Jawa, tapi tak ada yg menjamin bakal dipahami oleh masyarakat awam.
.-= mawi wijna´s last blog ..Hoka-Hoka Bento Mampir Jogja =-.
Oh, Paman habis dari Solo/Sala? Kok nggak ketemu, ya…? (Hehehehehe, pasti nggak ketemu kalau ke Solo/Sala-nya bukan Kamis. Maklum, saya speasialis libur-Kamis :D )