Berapa banyak orang Surakarta atau Solo, kota berslogan “the spirit of Java”, yang masih bisa membaca tulisan beraksara Jawa ini? :) Tak kurang-kurangnya sekolah mengajarkan aksara Jawa sebagai muatan lokal. Tapi saya sebagai orang Jawa yang “nanggung”, jujur saja tak dapat menulis-baca aksara hanacaraka. :D

Share
Tagged with:
 

14 Responses to Becak Sala

  1. eko magelang says:

    grothal grathul tapi harus dipaksa biar tak lupa babar blas

  2. adi says:

    itu sd-nya adik saya. sd tp deket pusat perbelanjaan, tata ruang warisan orba yg aneh :D

  3. [...] nama administratif. Solo adalah Jawa lama dan Jawa baru. Jawa lama ada pada semangat revival, mencoba mempertahankan aksara Jawa meskipun nasib aksara Jawa berbeda dari aksara Thailand, Kamboja, Jepang, dan Cina, yang kesemuanya [...]

  4. [...] lama ada pada semangat revival, mencoba mempertahankan aksara Jawa meskipun nasib aksara Jawa berbeda dari aksara Thailand, Kamboja, Jepang, dan Cina, yang kesemuanya [...]

  5. hedi says:

    pernah diajari secara intens, termasuk menerjemahkannya dari Indonesia ke Jawa. Tapi dasar saya cuma Jawa Keturunan, ya babar blas :D

  6. budiono says:

    opo iku mbah mocone?

  7. mawi wijna says:

    saya masih baca-baca Buku Pinter Basa Jawa Pepak

  8. iway says:

    padahal belajarnya nyaris 10 tahun, tetep aja sekarang ilang tak berbekas :P

  9. Bram says:

    Saya sebagai orang setengah Jawa (bapak asli Jawa) tidak bisa baca aksara honocoroko karena tidak pernah belajar Bahasa Jawa. Saya tahunya baca aksara hanacaraka versi Bali karena itu yang pernah saya pelajari. :D

  10. Matt Zammy says:

    masih bisa baca, walau grothal-grathul.. :D

    bahkan di Mall pun, namanya harus ditulis dalam huruf jawa juga..

  11. Antyo says:

    @fahmi: sebuah aksara akan bertahan sepanjang fungsional. setelah itu ya cuma hiasan :)

  12. fahmi! says:

    blasss… wes lupa semua itu yg dulu dipelajari di jaman SD. tapi kalo tulisan arab bisa baca.
    .-= fahmi!´s last blog ..Beban berat =-.

  13. Antyo says:

    @mpokb: Iya, aksara Sunda tak punya “da” (bukan “dha”) dan “tha” (bukan “ta), kan?

  14. mpokb says:

    semasa SD sih jago, sekarang udah luntur semua. basa sunda kurang dua suku kata dari jawa :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.