Solo Kota Batik

Branding bukan cuma urusan slogan. Di lapangan mencakup penerapan, dan ini tak gampang, apalagi jika menyangkut koordinasi antarinstansi, dan tentu saja biaya. Dalam bilbornya, Angkasa Pura I Solo sudah menyebut “Solo the Spirit of Java”, tapi tulisan besar pada atap terminal Bandara Adi Sumarmo masih menyebut “The City of Batik”. Orang cengengesan akan berkiah, “Yang kota batik itu bandaranya, bukan Solo-nya. Lihat saja, lha wong ndak ada kata ‘solo’ di sana.”
6 Responses to Solo Kota Batik
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Kapan Terakhir Kali Anda Mendapatkan Kiriman via Pos?
22/06/2011Terakhir kali saya menerima kiriman via pos, berupa DVD profil kumpeni, sekitar sepuluh tahun silam — dan harus bayar selayaknya kita memesan audio CD dan DVD film. Sekarang ini untuk paket dalam negeri saja kita lebih sering mengirim dan menerima melalui Tiki, JNE, dan kurir partikelir lainnya. Untuk paket dari luar negeri, kalau harus [...]
Recent Comments
adhi
» Sekedar informasi, di sebuah pohon leses yang terletak di kota Boyolali, terdapat sebuah lokasi yang kerap didatangi mereka-mereka yang sedang mencari pesugihan. Tepatnyalah di desa terpencil. Salah satu “menu” pesugihan di...
ichal
» Saya jual jipang/bipang (terbuat dr beras) dan brondong (terbuat dari jagung), silahkan di order jikalau berminat. Harga per pack 8,000 rupiah (isi 10 biji) berminat bisa hub saya di no : 0852.5878.4002 Lokasi saya di Surabaya Bagi...
raditya
» di ralat gan itu bukan 600cc tapi 900cc,, yamaha xj900p
maulana
» saudara2ku kita tetap waspada, meski situs pesugihan islami al ghoniyyu di kaltim dan yayasan rumah dakwah alfatihah di aceh itu sdh diblokir, tapi jangan lengah karena mereka bisa ber-ganti2 nama, tapi orangnya itu2 juga atau...
maulana
» Tadinya saya juga mau transfer ke yayasan al ghoniyyu, tapi saya sdh cek sendiri langsung keberadaan alamat yayasan tsb di jl raya bontang km.17 gang dewandaru desa sangkima lama sangatta, ternyata hanya hutan belantara alias fiktif....
Totot
» Ini kan memang negara tanpa pemerintah. Jadi setiap orang harus bertahan hidup dengan caranya sendiri-sendiri, dengan biaya dari kantungnya sendiri. Beruntunglah mereka yang duitnya berlimpah.
mpokb
» Hehe, kayak kopitiam itu ya.. Hiks.
mpokb
» Kita ini bangsa ceroboh, kreatif, pengambil risiko tinggi atau adaptif sih? :D
mpokb
» Solusi murmer, di gambar proyek mestinya nggak ada ya :D Btw, kayaknya saya kenal sama yang di foto dah :D
mpokb
» Duh… *speechless lihat terjemahan dan font-nya*












@Zammy: hahaha, saya tanya beberapa orang memang begitu. ada bagian yang masuk boyolali, negeri pepeng escoret sekarang :D
la wong bandara itu masuk ke daerah Kab. Boyolali.. :D
sepakat dengan paman Tyo
:D
.-= ciwir´s last blog ..tempat nongkrong yang demokratis itu… =-.
[...] Solo adalah batik. Tapi Pekalongan juga kota batik. Keduanya memiliki industri dan pasar. Ya, saya tak bicara desain maupun unsur lainnya. Toh banyak orang tahu Solo bukan hanya keraton, batik tulis, keris, tari, karawitan, dan apapun yang sangat berbeda dari pesisir utara Jawa Tengah. Tentu, makanan Solo tak seterlalu-manis Yogya, kan? ;) [...]
[...] dingin maupun hangatnya sering berbuluh plastik agar cairan melancangi bibir dan ujung lidah. Solo adalah batik. Tapi Pekalongan juga kota batik. Keduanya memiliki industri dan pasar. Ya, saya tak bicara desain [...]
jadi Airport itu kota? :D