Jeruk Israel Masup Indonesia

Terkabar sudah lama jeruk Jaffa masuk Indonesia, melalui negara perantara. Menariknya, sejauh saya tahu, iklan dan katalog pasar swalayan tak pernah menyebutkannya sebagai “jeruk Jaffa” maupun “jeruk Israel”. Konsumen mengiranya sebagai jeruk Cina atau California; tapi tanyalah pedagang buah, umumnya mereka tahu saat kulakan. Soal Israel dan Yahudi memang bisa peka bisa biasa, bergantung konteks dan selera. (Lihat: Grafiti PSKD) :D
18 Responses to Jeruk Israel Masup Indonesia
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Tambal Ban dan Isi Nitro di SPBU
20/11/2011
Rasanya makin bertambah saja SPBU yang menyediakan layanan tambahan. Setelah minimarket, ATM, dan isi angin biasa, kini bertambah layanan tambal ban dan isi nitrogen. Misalnya di SPBU Jalan Margaguna, Jakarta Selatan. Untuk tambalan, mobil Rp 15.000 per tambalan dan motor Rp 10.000. Untuk nitro, pengisian isi baru Rp 10.000 per ban (mobil) dan [...]
Recent Comments
adhi
» Sekedar informasi, di sebuah pohon leses yang terletak di kota Boyolali, terdapat sebuah lokasi yang kerap didatangi mereka-mereka yang sedang mencari pesugihan. Tepatnyalah di desa terpencil. Salah satu “menu” pesugihan di...
ichal
» Saya jual jipang/bipang (terbuat dr beras) dan brondong (terbuat dari jagung), silahkan di order jikalau berminat. Harga per pack 8,000 rupiah (isi 10 biji) berminat bisa hub saya di no : 0852.5878.4002 Lokasi saya di Surabaya Bagi...
raditya
» di ralat gan itu bukan 600cc tapi 900cc,, yamaha xj900p
maulana
» saudara2ku kita tetap waspada, meski situs pesugihan islami al ghoniyyu di kaltim dan yayasan rumah dakwah alfatihah di aceh itu sdh diblokir, tapi jangan lengah karena mereka bisa ber-ganti2 nama, tapi orangnya itu2 juga atau...
maulana
» Tadinya saya juga mau transfer ke yayasan al ghoniyyu, tapi saya sdh cek sendiri langsung keberadaan alamat yayasan tsb di jl raya bontang km.17 gang dewandaru desa sangkima lama sangatta, ternyata hanya hutan belantara alias fiktif....
Totot
» Ini kan memang negara tanpa pemerintah. Jadi setiap orang harus bertahan hidup dengan caranya sendiri-sendiri, dengan biaya dari kantungnya sendiri. Beruntunglah mereka yang duitnya berlimpah.
mpokb
» Hehe, kayak kopitiam itu ya.. Hiks.
mpokb
» Kita ini bangsa ceroboh, kreatif, pengambil risiko tinggi atau adaptif sih? :D
mpokb
» Solusi murmer, di gambar proyek mestinya nggak ada ya :D Btw, kayaknya saya kenal sama yang di foto dah :D
mpokb
» Duh… *speechless lihat terjemahan dan font-nya*












rasa jeruk khan gitu gitu doang ya?
apa bedanya dari negara asing atau lokal?
*sok serius
ah, meski asalnya dari israel, tapi lewatnya Cina.. :D
udah KW bisa bisa tuh jeruk :D
izin share Paman, ini penemuan baru buat saya… :D
@agus: Sumangga. Silakan. Be my guest. Ambillah jeruknya :)
@Bang Paman : Ada yang bilang, jeruk garut itu dulu sengaja dimusnahkan karena jadi penyebar penyakit jeruk. Beberapa waktu kemudian, di Malang juga ada yang membudidayakan jeruk keprok mirip jeruk garut… Mungkin itu yang sekarang kadang muncul di pasar…
Saya googling dapat ini : http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1981/06/06/DH/mbm.19810606.DH51057.id.html
@mpokb: Lha kenapa setelah CVPD mengobrak-abrik jeruk kita, gak ada budi daya yang menghasilkan jeruk enak tapi bebal? Pikiran awam aja sih. :)
lha ya itu, Bang Paman… banyak hasil penelitian budi daya nggak bisa dilempar ke pasar, terkubur di perpustakaan, atau bahkan diambil negara tetangga, contohnya durian monthong itu… :’(
Sayang banget, negeri segede ini, yang masyarakatnya juga mengakui dirinya agraris, ternyata terseok-seok bahkan keok. Negeri industri tetep melindungi sektor pertanian, karena pangan (selain energi) adalah pertahanan terakhir. Kalau negara kontinental kayak Ostrali, lebih ketat lagi karena sektor pertanian sangat penting buat ekspor.
labelnya Israel, tapi jangan-jangan ditanam di Palestina, d’oh…
mawi wijna recently posted..Padusan di Curug Sri Gethuk
@mawi: Perluasan kibutz kan untuk pertanian juga, selain yang utama ya aneksasi untuk menggusur orang semaunya. Ariel Sharon termasuk dedengkot. Tapi soal jeruk jaffa yang ini saya gak tahu apakah juga ditanam di luar Jaffa.
Sebetulnya lebih enak jeruk Medan, apalagi yang super jumbo itu… wawawawaw…! Tapi kenapa ya buah2 impor itu sering kali lebih murah…? Hiks.. gimana buah lokal bisa berkembang di negeri sendiri…?
@mpokb: Jeruk keprok garut itu paling enak, tapi mahal. Kenapa mahal karena produksi terbatas, prosesnya macam2 termasuk distribui gak efisien. Sebagian buah yang masup ke sini konon menurut sahibul hikayat, juga dengan cara ajaib sehingga memangkas biaya :D
[...] Total Buah Segar, tempat saya tadi membeli perbekalan. Kotak itu adalah peti kayu. Bekas wadah jeruk impor dari Jaffa, Israel. Saya cemplungkan sampah tanpa mengucapkan “Hevenu shalom aleichem“. [...]
yang untung cina lagi…
@triesti: Nasib kita. Makanan kita impor dari Malaysia, padahal dulu mereka ngirim mahasiswa ke Indonesia untuk belajar soal industri dan pengolahan hasil pangan. Untuk urusan impor, kita bergantung pada Singapura karena pelabuhan, pabean, dan pergudangan mereka efisien. Untuk produk murah kita bergantung pada Cina.
Masup… pengayaan bahasa lagi?
@galih: Nyerap dari Betawi aja. Makanya ada “masup angin” dan penerrbit “Masup Jakarta”. :)