Terkabar sudah lama jeruk Jaffa masuk Indonesia, melalui negara perantara. Menariknya, sejauh saya tahu, iklan dan katalog pasar swalayan tak pernah menyebutkannya sebagai “jeruk Jaffa” maupun “jeruk Israel”. Konsumen mengiranya sebagai jeruk Cina atau California; tapi tanyalah pedagang buah, umumnya mereka tahu saat kulakan. Soal Israel dan Yahudi memang bisa peka bisa biasa, bergantung konteks dan selera. (Lihat: Grafiti PSKD) :D

Share

18 Responses to Jeruk Israel Masup Indonesia

  1. snydez says:

    rasa jeruk khan gitu gitu doang ya?
    apa bedanya dari negara asing atau lokal?
    *sok serius

  2. zam says:

    ah, meski asalnya dari israel, tapi lewatnya Cina.. :D

  3. agus says:

    izin share Paman, ini penemuan baru buat saya… :D

  4. mpokb says:

    @Bang Paman : Ada yang bilang, jeruk garut itu dulu sengaja dimusnahkan karena jadi penyebar penyakit jeruk. Beberapa waktu kemudian, di Malang juga ada yang membudidayakan jeruk keprok mirip jeruk garut… Mungkin itu yang sekarang kadang muncul di pasar…

    Saya googling dapat ini : http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1981/06/06/DH/mbm.19810606.DH51057.id.html

    • Antyo says:

      @mpokb: Lha kenapa setelah CVPD mengobrak-abrik jeruk kita, gak ada budi daya yang menghasilkan jeruk enak tapi bebal? Pikiran awam aja sih. :)

      • mpokb says:

        lha ya itu, Bang Paman… banyak hasil penelitian budi daya nggak bisa dilempar ke pasar, terkubur di perpustakaan, atau bahkan diambil negara tetangga, contohnya durian monthong itu… :’(

        • Antyo says:

          Sayang banget, negeri segede ini, yang masyarakatnya juga mengakui dirinya agraris, ternyata terseok-seok bahkan keok. Negeri industri tetep melindungi sektor pertanian, karena pangan (selain energi) adalah pertahanan terakhir. Kalau negara kontinental kayak Ostrali, lebih ketat lagi karena sektor pertanian sangat penting buat ekspor.

  5. mawi wijna says:

    labelnya Israel, tapi jangan-jangan ditanam di Palestina, d’oh…
    mawi wijna recently posted..Padusan di Curug Sri GethukMy Profile

    • Antyo says:

      @mawi: Perluasan kibutz kan untuk pertanian juga, selain yang utama ya aneksasi untuk menggusur orang semaunya. Ariel Sharon termasuk dedengkot. Tapi soal jeruk jaffa yang ini saya gak tahu apakah juga ditanam di luar Jaffa.

  6. mpokb says:

    Sebetulnya lebih enak jeruk Medan, apalagi yang super jumbo itu… wawawawaw…! Tapi kenapa ya buah2 impor itu sering kali lebih murah…? Hiks.. gimana buah lokal bisa berkembang di negeri sendiri…?

    • Antyo says:

      @mpokb: Jeruk keprok garut itu paling enak, tapi mahal. Kenapa mahal karena produksi terbatas, prosesnya macam2 termasuk distribui gak efisien. Sebagian buah yang masup ke sini konon menurut sahibul hikayat, juga dengan cara ajaib sehingga memangkas biaya :D

  7. [...] Total Buah Segar, tempat saya tadi membeli perbekalan. Kotak itu adalah peti kayu. Bekas wadah jeruk impor dari Jaffa, Israel. Saya cemplungkan sampah tanpa mengucapkan “Hevenu shalom aleichem“. [...]

  8. triesti says:

    yang untung cina lagi…

    • Antyo says:

      @triesti: Nasib kita. Makanan kita impor dari Malaysia, padahal dulu mereka ngirim mahasiswa ke Indonesia untuk belajar soal industri dan pengolahan hasil pangan. Untuk urusan impor, kita bergantung pada Singapura karena pelabuhan, pabean, dan pergudangan mereka efisien. Untuk produk murah kita bergantung pada Cina.

  9. galihsatria says:

    Masup… pengayaan bahasa lagi?

    • Antyo says:

      @galih: Nyerap dari Betawi aja. Makanya ada “masup angin” dan penerrbit “Masup Jakarta”. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.