
Susah amat bacanya kalau menuruti orang sana tapi dalam lafal Melayu: lang-zhe-ree. Paling gampang ya “lingeri”, “linjeri”, atau seperti di pasar kolong Terminal Blok M ini: “lingri”. Apanya yang menarik? Dulu, sebelum pergantian abad, pakaian dalam yang terlalu seksi jarang dijajakan terbuka, bahkan ada saja wanita konservatif sini yang menganggapnya semacam “baju sundal”. :D Masyarakat terus berubah, yang dulunya agak tabu akhirnya dianggap biasa. Garmen, yang menjejalkan produk massal, dan tentu juga media yang menyebarkan gambar, telah berjasa membantu wanita untuk lebih mengapresiasi tubuhnya sendiri, tanpa pandang kelas sosial.

One Response to Lingri, Lingerie, di Kolong Terminal
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Mari Menjadi Kaya dan Bersenang-senang
12/08/2009Ya, ya, ya… Anda sudah bosan. Tulisan pada gambar tidak perlu Anda baca. Tapi kutipan di situsnya rasanya menarik:
Lihatlah Jadwal Harian Saya Setiap Harinya Untuk Renungan!
Jadwal harian saya begitu sederhana. Setiap hari saya bangun pagi, setelah minum kopi sambil baca surat kabar, saya biasa sarapan sedikit. Setelah itu saya akan menyalakan [...]Recent Comments
adhi
» Sekedar informasi, di sebuah pohon leses yang terletak di kota Boyolali, terdapat sebuah lokasi yang kerap didatangi mereka-mereka yang sedang mencari pesugihan. Tepatnyalah di desa terpencil. Salah satu “menu” pesugihan di...
ichal
» Saya jual jipang/bipang (terbuat dr beras) dan brondong (terbuat dari jagung), silahkan di order jikalau berminat. Harga per pack 8,000 rupiah (isi 10 biji) berminat bisa hub saya di no : 0852.5878.4002 Lokasi saya di Surabaya Bagi...
raditya
» di ralat gan itu bukan 600cc tapi 900cc,, yamaha xj900p
maulana
» saudara2ku kita tetap waspada, meski situs pesugihan islami al ghoniyyu di kaltim dan yayasan rumah dakwah alfatihah di aceh itu sdh diblokir, tapi jangan lengah karena mereka bisa ber-ganti2 nama, tapi orangnya itu2 juga atau...
maulana
» Tadinya saya juga mau transfer ke yayasan al ghoniyyu, tapi saya sdh cek sendiri langsung keberadaan alamat yayasan tsb di jl raya bontang km.17 gang dewandaru desa sangkima lama sangatta, ternyata hanya hutan belantara alias fiktif....
Totot
» Ini kan memang negara tanpa pemerintah. Jadi setiap orang harus bertahan hidup dengan caranya sendiri-sendiri, dengan biaya dari kantungnya sendiri. Beruntunglah mereka yang duitnya berlimpah.
mpokb
» Hehe, kayak kopitiam itu ya.. Hiks.
mpokb
» Kita ini bangsa ceroboh, kreatif, pengambil risiko tinggi atau adaptif sih? :D
mpokb
» Solusi murmer, di gambar proyek mestinya nggak ada ya :D Btw, kayaknya saya kenal sama yang di foto dah :D
mpokb
» Duh… *speechless lihat terjemahan dan font-nya*












[...] di lapak terminal pun dijual lingerie yang kadang dilafalkan “lingri” (Lihat Memo: Lingri di Kolong Terminal) — repot amat kalau merujuk lafal [...]