Trotoar untuk Loket Pakir dan Lajur Keluar

Sial benar pejalan kaki di Jakarta ini. Trotoar pun dicaplok untuk loket dan lajur keluar motor dari parkiran. Lhat saja di salah satu Jalan Melawai di Blok M, Jakarta Selatan. Ke mana pejalan kaki menuntut hak? Seseorang yang sok, belagu pula, bilang, “Nasib pejalan kaki di Jakarta bisa diperbaiki jika kelas menengahnya juga suka jalan kaki sehingga bisa menuntut.” Oh, kelas menengah! Siapakah mereka gerangan?

3 Responses to Trotoar untuk Loket Pakir dan Lajur Keluar
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Louis Vuitton Sudwikatmono
29/04/2008Saya kemarin menemukan majalah Femina edisi Natal 1997. Ya, keluaran hampir 11 tahun silam, saat krismon mulai menyengat Indonesia.
Lihatlah cover lines. Tampaknya dari masa-masa ke masa majalah wanita tak bosan membahasnya, termasuk di antaranya adalah bagaimana menyatakan cinta kepada pria. :P
Adapun pada halaman profil, saya mendapatkan jawaban terhadap keheranan lama saya. Dulu [...]
Recent Comments
adhi
» Sekedar informasi, di sebuah pohon leses yang terletak di kota Boyolali, terdapat sebuah lokasi yang kerap didatangi mereka-mereka yang sedang mencari pesugihan. Tepatnyalah di desa terpencil. Salah satu “menu” pesugihan di...
ichal
» Saya jual jipang/bipang (terbuat dr beras) dan brondong (terbuat dari jagung), silahkan di order jikalau berminat. Harga per pack 8,000 rupiah (isi 10 biji) berminat bisa hub saya di no : 0852.5878.4002 Lokasi saya di Surabaya Bagi...
raditya
» di ralat gan itu bukan 600cc tapi 900cc,, yamaha xj900p
maulana
» saudara2ku kita tetap waspada, meski situs pesugihan islami al ghoniyyu di kaltim dan yayasan rumah dakwah alfatihah di aceh itu sdh diblokir, tapi jangan lengah karena mereka bisa ber-ganti2 nama, tapi orangnya itu2 juga atau...
maulana
» Tadinya saya juga mau transfer ke yayasan al ghoniyyu, tapi saya sdh cek sendiri langsung keberadaan alamat yayasan tsb di jl raya bontang km.17 gang dewandaru desa sangkima lama sangatta, ternyata hanya hutan belantara alias fiktif....
Totot
» Ini kan memang negara tanpa pemerintah. Jadi setiap orang harus bertahan hidup dengan caranya sendiri-sendiri, dengan biaya dari kantungnya sendiri. Beruntunglah mereka yang duitnya berlimpah.
mpokb
» Hehe, kayak kopitiam itu ya.. Hiks.
mpokb
» Kita ini bangsa ceroboh, kreatif, pengambil risiko tinggi atau adaptif sih? :D
mpokb
» Solusi murmer, di gambar proyek mestinya nggak ada ya :D Btw, kayaknya saya kenal sama yang di foto dah :D
mpokb
» Duh… *speechless lihat terjemahan dan font-nya*












[...] banget niiih . . . menarik banget melihat gambar yang diposting oleh gegedug Blogger . . . yakni Paman Tyo. Beliau memposting sebuah realita yang sangat kontradiktif dimana oleh sebuah penyelenggara Parkir [...]
Yang harus merasakan jalan kaki dan naik sepeda justru para pejabat dan wakil rakyat. Kan mereka yg bikin aturan..
Mpokb: Teorinya sih, baik yang mengatur maupun diatur sama-sama punya pengalaman pedestrian :)