Dua Tuan Kecil

Siang ini, barusan, pada teras sebuah Circle K di Jakarta Selatan. Dua anak bawah umur kongko sambil ngemil. Sesekali mereka meninggalkan mejanya untuk mengetuk kaca toko karena di dalam banyak cewek SMP sedang bercengkerama. Saya tak tahu apakah minuman Mix Max (mengandung alkohol 4,8 persen) itu milik mereka atau punya orang yang dibiarkan tertinggal di meja. Di banyak “negeri kafir”, anak kecil dilindungi. Jika kedapatan menikmati alkohol maka orangtuanya akan dipanggil polisi dan penjualnya pun bisa kena jerat hukum. Bahkan menjual alkohol dan rokok dekat sekolah pun merupakan hal terlarang.
8 Responses to Dua Tuan Kecil
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Koran Blog
24/11/2009Dari digital ke cetak. Itulah The Blogpaper dari Inggris. Posting dari pengguna yang mendapatkan nilai tinggi dari pembaca akan diangkut ke edisi cetak. Itulah yang disebut “experiment in collective print publishing by bloggers”. Mungkin kemunduran, mungkin kemajuan. Dari sisi pekerjaan, tetap saja butuh editor dan desainer grafis. Bedanya, tak ada jaringan reporter, dan [...]
Recent Comments
adhi
» Sekedar informasi, di sebuah pohon leses yang terletak di kota Boyolali, terdapat sebuah lokasi yang kerap didatangi mereka-mereka yang sedang mencari pesugihan. Tepatnyalah di desa terpencil. Salah satu “menu” pesugihan di...
ichal
» Saya jual jipang/bipang (terbuat dr beras) dan brondong (terbuat dari jagung), silahkan di order jikalau berminat. Harga per pack 8,000 rupiah (isi 10 biji) berminat bisa hub saya di no : 0852.5878.4002 Lokasi saya di Surabaya Bagi...
raditya
» di ralat gan itu bukan 600cc tapi 900cc,, yamaha xj900p
maulana
» saudara2ku kita tetap waspada, meski situs pesugihan islami al ghoniyyu di kaltim dan yayasan rumah dakwah alfatihah di aceh itu sdh diblokir, tapi jangan lengah karena mereka bisa ber-ganti2 nama, tapi orangnya itu2 juga atau...
maulana
» Tadinya saya juga mau transfer ke yayasan al ghoniyyu, tapi saya sdh cek sendiri langsung keberadaan alamat yayasan tsb di jl raya bontang km.17 gang dewandaru desa sangkima lama sangatta, ternyata hanya hutan belantara alias fiktif....
Totot
» Ini kan memang negara tanpa pemerintah. Jadi setiap orang harus bertahan hidup dengan caranya sendiri-sendiri, dengan biaya dari kantungnya sendiri. Beruntunglah mereka yang duitnya berlimpah.
mpokb
» Hehe, kayak kopitiam itu ya.. Hiks.
mpokb
» Kita ini bangsa ceroboh, kreatif, pengambil risiko tinggi atau adaptif sih? :D
mpokb
» Solusi murmer, di gambar proyek mestinya nggak ada ya :D Btw, kayaknya saya kenal sama yang di foto dah :D
mpokb
» Duh… *speechless lihat terjemahan dan font-nya*












hahaha itulah Indonesia, negeri fasis nan korup sejati
Hedi: republik semprul :D
Tajam! Negara ‘kafir’, aku memilih hidup di dalamnya :)
DV: Hidup kafir! :D
Soal aturan, kita punya banyak. Penerapannya belum tentu..
Mpokb: Paling gampang emang bikin aturan :)
serem inimah
Godote: Yah begitulah. :(