2008
Alamat Webnya Apa Ya?
Tersedia saluran kontak. Akan menjadi komplet kalau ada “HTTP” buat interaksi yang lebih melibatkan publik dan terdokumentasikan.
Selamat Idul Fitri juga , Dimas.

Tersedia saluran kontak. Akan menjadi komplet kalau ada “HTTP” buat interaksi yang lebih melibatkan publik dan terdokumentasikan.
Selamat Idul Fitri juga , Dimas.

Semua foto sepakbola di halaman olahraga cuma saya lihat sepintas. Kalau pun mencoba membacanya saya tak paham. Tapi foto karya Natacha Pisarenko (AP) yang dimuat Kompas hari ini membuat saya mau membaca caption. Foto yang unik. Sebastian Torrico dari Argentinos Juniors sedang menendang bola ketika melawan San Luis (Meksiko) dalam Copa Sudamericana di Buenos Aires. Entah apa kata Hedi.


Edisi hampir kedaluwarsa sih, karena terbitan September. Saya menemukan Cosmopolitan Indonesia ini di meja kerja seorang mbak pada sebuah kantor. Lucu. Jangan-jangan artikel beginian termasuk yang dianggap porno dan tak sesuai dengan budaya bangsa ya?

Apa sih bahasa Inggrisnya “mata uang”? Apa pula bahasa Indonesianya “money changer”? F-X Jakarta punya jawaban.

Silakan simak di Nguping Jakarta! Sebagian ada yang pernah kita dengar, tapi catatan kakinya itu yang belum pernah kita tahu.


Maka berpulanglah dia, orang Pink Floyd itu. Wikipedia langsung terbarui. Situs Pink Floyd, karena bukan user generated contents, masih belum berubah. Progarchive langsung menampilkan reviu. Entri Rick Wright di Allmusic.com malah putih kosong. Di Google Blogsearch Indonesia belum ada yang kehilangan — sampai menit saya mengetikkan ini. Selamat jalan, Pak.
Pagi ini, ditemani Zam, saya memutar CD The Dark Side of the Moon. Kebetulan sampai di The Great Gig in the Sky.

Semoga nanti YouTube akan ramai oleh laporan mudik Lebaran dengan motor… Salut, Bro!

Hal yang paling lucu dari kasus suap Rp 500 juta (berupa traveller’s cheque!) yang diterima anggota DPR Agus Condro dari Miranda Gultom bukan langsung beli Mercy C200 secara tunai, tapi… pamer duit ke ibu mertuanya itu. Gambar dari Koran Tempo.

Lihat Koran Tempo hari ini. Isinya menjengkelkan tapi kita perlukan. Tentang perilaku wakil partai di parlemen. Bosan tak bosan, muak tak muak, mblenger tak mblenger terhadap kabar korupsi, kita tetap butuh koran yang kadang partisan, tak lelah mewartakan korupsi meski tahap kasusnya kadang sudah bikin jenuh editor koran lain.

Pos paralel ada di 17an@dagdigdug
Begini katanya. Biar lambat asal iba. Benar tidaknya saya ndak tahu. Kalo shio-nya situ apa?
