Category Archives: Perjalanan

Petik Dahulu Bayar Kemudian

Inilah yang menyenangkan dari warung rakyat: pisang tergantung, tinggal petik — tapi bayar. Saya menjumpainya di sebuah warung tegal di Polonia, Jakarta Timur. Pisang tergantung siap petik juga disajikan dalam perhelatan di kampung-kampung Jabodetabek.

Parasut Nyangkut

Parasut mainan itu tersangkut kabel telepon di atas jalan. Dengan posisi mengantong, jadilah parasut tadah hujan. Mungkin hanya anak-anak kecil yang peduli. Orang dewasa tak sempat melihat ke kanan-kiri-atas-bawah karena mereka terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri.

Tidur di Pinggir Lapangan

Siang tadi, yang panas dan gerah, saya dapati penjual-tanaman keliling alias penjual keliling tanaman (penjualanya yang berkeliling, bukan tanamannya), tidur nyenyak di pinggir lapangan basket perumahan. Namanya juga lelah dan ngantuk. Apakah Anda termasuk orang yang gampang (ter)tidur?

Ojex, Bechex

Nggak baru-baru amat. Semakin banyak yang menuliskan “ojex”. Maka kian lengkaplah ejaan di pangkalan Mayestik, Jakarta Selatan, itu: ojek, ojeg, dan ojex.

Pengangkut TKI

Saya tidak tahu apakah penanganan TKI pulang itu sudah benar-benar beres. Dulu terkabarkan bahwa pengangkutan TKI ke kampung asal pun berbau pemerasan, begitu pula kurs penukaran valuta.  Perlakuan kita terhadap TKI mungkin mendua. Menyebut mereka sebagai pahlawan devisa tetapi mengandangkannya melalui terminal khusus yang tidak mewah — untunglah akan ditutup. Siapa TKI? Yang pasti ekspatriat [...]

Copyright © 2007 memo. All rights reserved.