memo | blogombal.org

masih saja ada tempat untuk membual

Yah, namanya juga gombalan. Di sana ada, di sini nongol. Murah meriah, ada sedia di mana-mana tempat. Jikalau kuciwa, pulanglah -- tapi lain hari kembalilah.


Archive for the ‘Perjalanan’


Ada Polis!

Ekspatriat yang akan atau barusan ngepos di Indonesia biasanya sudah belajar beberapa kata dan kalimat sederhana. Misalnya “selamat pagi” dan “terima kasih”. Tapi ada satu yang tak mereka pelajari, yakni kata “polisi”. Itulah sebabnya mobil-mobil polisi yang menjaga wilayah kedutaan asing di Jakarta bertuliskan “police”. Nggaya? Oh tidak. Pak Kumendan Polisi hanya meneruskan ucapan sopir dan kernet angkot, “Awas, ada polis!”

polisi penjaga kedutaan asing di jakarta

© foto: blogombal.org

Tamu dan Penghuni

Ada tamunya penghuni, dan ada pula penghuninya tamu. Yang pertama tadi mudah dipahami dan dibayangkan. Sedangkan untuk yang kedua — ya, “penghuni dari tamu” — saya minta tolong Anda untuk memberikan pencerahan kepada saya. Atau sampaikan langsung ke manajemen “Menara rajawali” (ternyata sama dengan Menara Rajawali) di Mega Kuningan, Jakarta.

Menara Rajawali Mega Kuningan

08.18

2008

Dirugikan Polisi!

Apa perbedaan tanda tanya dan tanda seru, itu kurang penting bagi polisi. Mesin tik mereka tidak punya tanda tanya. Dalam interogasi yang muncul dalam ucapan adalah, “Nama! Na-ma! Na-ma-mu siapa!” dan “Jelaskan waktu itu kamu ada di mana! Je-las-kan!”

humor polisi yogyakarta

Maka bagi masyarakat, bisa saja spanduk itu cuma berseru, hanya memerintah, bukan bertanya. Tapi teman saya tak merasa pernah dirugikan karena, “Saya belum pernah berbisnis sama polisi. Gimana bisa bicara untung-rugi?”

08.18

2008

Shio Kebo

Begini katanya. Biar lambat asal iba. Benar tidaknya saya ndak tahu. Kalo shio-nya situ apa?

shio kerbau

08.16

2008

2 Pasang Sandal yang Berat

Apa sih yang disebut efisiensi? Bertanyalah kepada sopir truk dek tanpa bak ini. Kendaraan seberat itu hanya mengangkut dua pasang sandal jepit. Oh, pastilah itu sandal yang amat sangat berat. Mungkin mereknya The Sandalian.

truk the sandalian

Tenang merambati kemacetan di Melawai, Jakarta Selatan, kemarin siang, truk itu tampak penuh percaya diri. Tak perlu kasih isyarat saat berpindah jalur. Tak peduli jika mobil dan motor di belakangnya jadi kagok. Lebih mendasar lagi, sebagian besar pelintas tak memedulikan dua pasang sandal di atas dek truk.

truk the sandalian

Hanya blogger iseng (padahal banyak pekerjaan) yang memperhatikan lalu menulis di blognya. Kemudian bloggers lain yang kurang kerjaan membacanya dan mungkin mengomentarinya.

truk the sandalian

Bukankah itu persoalan tak penting, kenapa harus diposkan di blog? Barangkali benar, blog dan blogger adalah dunia orang iseng, yang sering melihat persoalan dengan cara yang dangkal lagi melenceng. Anehnya, para blogger itu bahagia dan nyaman dengan dunianya.

(Surat untuk seseorang yang tak kunjung paham mengapa semakin banyak orang yang suka ngeblog)

08.08

2008

Tak Kenal maka tak Lepas

Poster iklan majalah Esquire Indonesia di tembok tepi jalan, seberang Lab School Jakarta Selatan. Sugestif, mengelus ego, seolah semua pria sudah paham, tapi pengetahuannya perlu dipercanggih. Begitulah cara memanjakan pria. Jangan bilang mereka belum tahu atau bodoh. Sampai dewasa pun pria masih membutuhkan pengganti ibu yang selalu menyebut putranya pintar. :D

cara melepaskan bra atau beha atau kutang