2008
Kentut Seno Gumira Ajidarma
Akhirnya terbit juga. Kumpulan tulisan SGA yang pernah dimuat media cetak. Kalo dipikir-pikir isinya kadang mirip blog. Ringan, renyah, dan sesekali memusingkan.

Akhirnya terbit juga. Kumpulan tulisan SGA yang pernah dimuat media cetak. Kalo dipikir-pikir isinya kadang mirip blog. Ringan, renyah, dan sesekali memusingkan.

Ada sedia di Burock n’ Roll. Silakan pesan. Yang karya (asli) Roger Dean semuanya bagus. Gambar Trilogi ELP juga jadi tuh.
Jiwa kekanakan bisa melekati siapa pun, termasuk dua benggolan King Crimson, yaitu Robert Fripp danTony Levin. Mereka bikin komik. Saling ledek melalui situs masing-masing. Ada di sini dan di sana. Hidup progrock! (lho apa hubungannya?).

NB: Saya nggak kenal semua karya grup ini maupun musisinya, tapi saya ingat kata seseorang, “Grup yang gak pernah muncul di MTV berarti jelek, nggak laku, nggak ada yang mau mbajak CD-nya.” Benarkah?
![]()
Apa perbedaan tanda tanya dan tanda seru, itu kurang penting bagi polisi. Mesin tik mereka tidak punya tanda tanya. Dalam interogasi yang muncul dalam ucapan adalah, “Nama! Na-ma! Na-ma-mu siapa!” dan “Jelaskan waktu itu kamu ada di mana! Je-las-kan!”

Maka bagi masyarakat, bisa saja spanduk itu cuma berseru, hanya memerintah, bukan bertanya. Tapi teman saya tak merasa pernah dirugikan karena, “Saya belum pernah berbisnis sama polisi. Gimana bisa bicara untung-rugi?”
Carilah cara yang murah dan gampang. Jika gagang kacamata patah atau meleset, ambilah plastik penyedot air kemasan gelas (nggak harus cap Aqua). Lumayan, bisa bertahan sampai mampu beli kacamata lagi. Yang penting pede, anggap saja orang lain tak memperhatikan.

Begini katanya. Biar lambat asal iba. Benar tidaknya saya ndak tahu. Kalo shio-nya situ apa?

Samar-samar, sulit dibaca. Itulah tato temporer saya hari ini. Tulisannya lucu: Mother & Baby Fair. Saya dan keluarga memang ke acara itu. Istri saya menggendong bayi cantik tiga setengah bulan. Penjelasannya lain waktu saja ya. Untuk sementara saya cukup pamer tato dulu karena blog, konon, adalah lahan eksibisionistis untuk orang yang rela mengikis privasinya sendiri.

Pernah terbit. Entah sekarang. Saya sih dapat forward dari Seno Gumira Ajidarma via SMS.

Namanya juga remaja, cewek pula. Selalu stylish, tak mau ketinggalan. Sekarang mereka pada pakai kacamata yang gagangnya terbungkus kulit. Beli satu paket (daam kotak indah), isinya selusin beda warna, didapat sebagai barang hand carried, buat gonta-ganti senada warna baju, padahal si pemakai belum bisa cari uang.
Ujung-ujungnya, anak lain juga yang kecipratan rezeki, dapat hibah.


Banyak produk yang mengiklankan diri sebagai pendongkrak pede. Altoids, permen Amrik yang juga masuk Indonesia, itu pernah melakukannya secara nakal dengan mencomot dunia pubertas pria. Adegan ibu dan anak pada suatu pagi itu apa ya maksudnya?
Oh ya, klik gambar untuk memperbesar tampilan.
Advertising Agency: Leo Burnett, Chicago, USA
Chief Creative Officer: John Condon
Creative Director: Noel Haan, G. Andrew Meyer
Art Directors: Jeremy Smallwood, Julie Scelzo Fitzpatrick
Account Executive: Ryan Farrell
Copywriters: Pam Mufson, Desmond LaVelle
Photographer: Tony D’Orio
Studio: Giannini Creative Imaging