memo | blogombal.org

masih saja ada tempat untuk membual

Yah, namanya juga gombalan. Di sana ada, di sini nongol. Murah meriah, ada sedia di mana-mana tempat. Jikalau kuciwa, pulanglah -- tapi lain hari kembalilah.


06.26

2008

Dijamin Jadi Ganteng

Siapa yang ganteng? Ya yang jualan, ya yang beli (termasuk wanita). Rasa rotinya? Juga ganteng (mungkin, karena saya belum mencoba). Jadi ganteng dan tambah ganteng itu beda. :D

cara menjadi ganteng

06.24

2008

Parkir Secara Tamak?

Cukup mengambil kapling tetangga selebar satu sampai dua ban maka mobil ini telah mengangkangi dua tempat parkir. Hanya mobil imut seperti Smart yang dapat mengisi sisanya — tapi jangan buka pintu kiri. Menurut catatan Pepih Nugraha, wartawan Kompas, dalam blog pribadinya, “Namun, alangkah jengkelnya hati saat saya melihat sebuah sedan hitam memarkir kendaraannya di dua tempat parkir sekaligus.”

parir ngawur!

© Foto: Pepih Nugraha

06.24

2008

Obral, Sikat, Angkut

Kenapa ya orang suka obralan? Karena murah. Butuh tak butuh, perlu tak perlu, pokoknya ambil saja. Sampai di rumah baru bingung, itu barang buat apa, siapa dan di mana. Tapi konon ketamakan konsumtif itulah yang menjadi pelincir roda ekonomi. :D Tapi sebuah toko di Jakarta Selatan ini masih sepi pembeli. Mungkin karena tempatnya ngumpet, atau kurang promosi, atau… (maaf) barangnya tak sesuai selera konsumen. ;)

obral abis2an! tebak di mana!

Kenapa Orang Suka Seragam

ndoro kakung ganteng tampan keren dalam seragam dagdigdug

Manusia memang aneh. Kadang ingin berbeda dari semua orang, tapi kadang ingin sama dengan sedikit orang sebagai cara untuk berbeda dari sebanyak orang. Maka hasilnya adalah seragam korps. Bukan hanya tentara, cleaning service, dan taruna Akmil maupun raja IPDN/APDN, melainkan juga blogger dalam pit crew style — apalagi kalau dapatnya dari pembagian gratisan, tanpa berharap pula. Terlebih jika yang bersangkutan, sebagai duta dan model, juga akan membagikan seragamnya untuk segenap peminat. ;)

06.24

2008

Kapan Kerjanya?

notes lucu

Notes lucu ini saya dapatkan di Jakarta tahun lalu. Lantas kapan kerjanya? Bertanyalah kepada munyuk atawa bedhes atawa monyet. :)

E-paper KorTem: Rasa Kertas dalam Koran Online

Ini dia versi Beta e-paper Koran Tempo, korannya Ndoro Bedhes. Maksud saya koran tempat si Ndoro memburuh. Kalau dibilang koran dia, dalam arti dia pemiliknya, tentu sejawat dan apalagi BOD akan marah. Tapi percayalah, secara resmi Ndoro juga ikut memiliki saham medianya melalui dewan karyawan. Adapun pemilikan dia terhadap saham TMPO melalui BEJ (masih di bawah 20%, belum perlu disclose), atas nama perusahaan dia di Cayman Island, tidak baik saya ungkap di sini.

e-paper koran tempo

Lantas bagaimana koran versi online yang ini, yang berbeda dari versi web yang itu? Serasa baca versi cetak. Ketika diklik sesuai kapling blok maka akan muncul halaman per judul yang bisa disetel sebagai teks maupin kliping.  Begitu kuat rasa cetak ini sehingga iklan juga terangkut — baik display maupun iklan baris/kolom (classified ads). Bagusnya lagi — semoga bukan rubrik tetap — ralat juga terbawa, dan pembaca tinggal mencari berita yang dikoreksi. :D

korantempo.com