memo | blogombal.org

masih saja ada tempat untuk membual

Yah, namanya juga gombalan. Di sana ada, di sini nongol. Murah meriah, ada sedia di mana-mana tempat. Jikalau kuciwa, pulanglah -- tapi lain hari kembalilah.


10.04

2007

Nyari Tempat Makan Menjelang Buka Puasa

Di mana-mana penuh? Ndak masalah — kalau memang ada solusinya. Aku sudah membuktikan. Pilih aja rumah makan yang kurang disukai anak muda gaul dan keluarga muda gaul. Tempat macam itu biasanya ndak penuh.

Beberapa tahun lalu, bareng anak-bini, aku nyoba di Ayam Goreng Bulungan (yang belum direnovasi) karena semua tempat makan di Blok M Plaza penuh.

Minggu lalu, pada hari kerja, aku nyoba di Ayam Goreng Mbok Berek Ny Umi, Pondok Indah.

Tempat lainnya? Maaf, tentu saja yang nggak halalan toyiban. Biasanya ndak penuh. Tapi ini hanya berlaku untuk nonmuslim lho.

10.04

2007

Pokoknya Ngikut Depan

salah antre

Inilah kehidupan. Untuk amannya kita mengikuti orang lain, padahal belum tentu benar. Sudah jelas bahwa lajur tertentu nggak dilayani loket, eh satu mobil nyoba masuk, belakangnya ngikut, dan seterusnya, sampai jadi antrean panjang.

Ujung-ujungnya adalah main serobot. Pengantre yang berjalan di atas lajur yang benar harus mengalah. Sebuah pengalaman gombal pada Rabu 3 Oktober pukul 18.31, yang kemudian menjadi memo gombal.

10.04

2007

Aidit dan Tempo

tempo aidit

tempo aiditLaporan utama Tempo (edisi 1-7 Oktober) menarik. Tentang kontroversi peran D.N. Aidit dalam “G30S/PKI” (Tempo cukup nyebut “G 30 S”) dan sisi humane seorang Dipa Nusantara setelah meninggalkan nama Achmad. Setelah itu apa lagi menariknya?

1. Ilustrasi yang menggambarkan salah satu episode kehidupan Aidit, yaitu beribisnis. Dia pegang sesuatu yang mirip bundel majalah Tempo — dan namanya memang Tempo. Guyon nakal yang sengaja menganakronikkan latar sejarah :D.

2. Aku nggak tahu, setelah peristiwa 65, berapa banyak orangtua yang masih menamai anaknya Aidit. Barusan mau ngecek buku telepon tapi nggak ketemu. Padahal sebagai nama, Aidit (atau Aideed) mestinya berarti sesuatu yang bagus kan? Sekian lama kita mengalami cuci otak sehingga nama Aidit seolah mengerikan. Tetapi kenapa nama Muso (yang sama dengan Musa, Moses, Moshe) tidak semenakutkan Aidit?

10.03

2007

Bagi-bagi, Icip-icip

sampoerna hijau kemasan khusus

Ya, ya,ya, aku tahu, merokok itu ndak baik. Mungkin malah jahat dan terkutuk. Tapi itu kita diskusikan lain kali saja ya?

Yang pasti posting ini bukan salah kandang. Bukannya ke gombalabel? Oh nggak. Di sini aja. Ini aja lancang, soalnya barang ginian ini jatahnya Djoko Juragan Rombong buat nulis.

sampoerna hujau beda warna

Buatku ini unik. Melakukan penyegaran pemesaran melalui serangkaian kampanye bertema pertemanan. Yang terakhir dalam satu slop rokok ada empat dari 10 bungkus yang berkemasan khusus. Nah yang berkemasan khusus itu menyelipkan tiga batang rokok Sampoerna yang warna sabuk yang berbeda, dengan tambahan tulisan: “Untuk Teman”.

sampoerna hijau untk teman

10.01

2007

Dendam Piyu & humor Noe

Aku nggak ngikutin infotainment di TV makanya ketinggalan, padahal mungkin masalahnya udah basi banget. Tapi ada yang menarik buatku ketika baca Rolling Stone Oktober. Penutup pada wawancara dengan Piyu Padi dan jawaban Noe Letto yang like father like son. :D

10.01

2007

Dasar Ndesit!

Pito, dalam Majlis Seton (bukan Syaiton, tapi Setuan) dadakan, nyebut lima digit angka ke Mbilung. Aku nggak ngerti maksudnya. Ternyata nomor pesan MacDee kayak yang sering diiklankan. Kekurangcerdasan dan kendesitan terbuktikan. Aku sering lihat iklannya, juga bilbornya, tapi nggak apal nomor itu soalnya… nggak pernah pesan Mekdi! Pito tertawa iba, tapi masih santun untuk tidak ngetawain berlebihan.