2008
Ajaran Lelananging Blog?
Ada saja peluang bisnis. Entah dari mana beliau menangguk ilmu. Boleh juga. Ayo nambah pacar — jangan nambah istri.

Ada saja peluang bisnis. Entah dari mana beliau menangguk ilmu. Boleh juga. Ayo nambah pacar — jangan nambah istri.

Boleh juga tata rupa blog sang perupa Yogya yang bernama Bambang Toko Witjaksono ini. Serasa terlempar ke masa silam. Apapun yang muncul di sana, itulah bagian dari potret Indonesia. Bukankah Indonesia tak hanya batik dan tenun lurik?

Ternyata iklan lawas, tapi saya baru nemu tadi. Untuk Indonesia kira-kira kenakalan macam apa ya yang elegan dan bisa diterima? Dulu di TV kita ada iklan suplemen buat yang menghasilkan intipan ibu-ibu muda ke jendela tetangganya — tapi kesannya kok maksa, aneh, wagu. Yah semuanya juga terpulang ke zaman dan latar kemasyarakatan. Pada akhir 70-an, iklan Bata di TVRI ditutup dengan manis: close up sepatu pria dan sepatu wanita berhadapan lantas tumit si wanita diangkat. Jinjit, kata orang Jawa. Apakah pesannya nyambung, itu soal lain. Tapi ada upaya bernakal-nakal yang manis, begitulah. ![]()
Iya, kacamata gelap multiguna buat blogger yang suka lirak-lirik dan memotret diam-diam (eh sambil goyang kepala karena ada MP3 player), kemudian jadi posting. :D Ada sedia di Jakarta.

Lama saya tidak buka Plaxo. Kedua foto saya tidak pernah saya ganti. Itu foto lawas banget, malah satunya produksi tahun 2000 (bukan yang ada di contoh), awal saya berplaxo. Ternyata Plaxo sekarang sudah dilengkapi ini dan itu yang mengarah ke jejaring sosial — atau mungkin sejak dulu ada tapi tak peduli. Saya menggunakan Plaxo untuk mem-backup address book di Outlook dan urusan online-nya cuma sinkronisasi, bukan ke webnya.
Terbukti selama ini Plaxo bermanfaat ketika meng-install atau reinstall mail client baru. Plaxo itu pemain lama tapi kurang popular dan kayaknya nggak cepat berkembang. Mungkin kurang funky, kurang berkesan gaul.

JVC punya micro Hi-Fi dengan spiker bergendang kayu. Audioengine punya bookshlef speakers berbodi bambu. Harga Amrik $ 449. Tertarik?
