memo | blogombal.org

masih saja ada tempat untuk membual

Yah, namanya juga gombalan. Di sana ada, di sini nongol. Murah meriah, ada sedia di mana-mana tempat. Jikalau kuciwa, pulanglah -- tapi lain hari kembalilah.


08.07

2008

Mengobati Kikuk, Canggung, Grogi

altoids altoids huahahaha

Banyak produk yang mengiklankan diri sebagai pendongkrak pede. Altoids, permen Amrik yang juga masuk Indonesia, itu pernah melakukannya secara nakal dengan mencomot dunia pubertas pria. Adegan ibu dan anak pada suatu pagi itu apa ya maksudnya? ;) Oh ya, klik gambar untuk memperbesar tampilan.

Advertising Agency: Leo Burnett, Chicago, USA
Chief Creative Officer: John Condon
Creative Director: Noel Haan, G. Andrew Meyer
Art Directors: Jeremy Smallwood, Julie Scelzo Fitzpatrick
Account Executive: Ryan Farrell
Copywriters: Pam Mufson, Desmond LaVelle
Photographer: Tony D’Orio
Studio: Giannini Creative Imaging

08.05

2008

Dia Orang Poenja Bahasa Koena Nian

Doeloe kala ada Koeing Koeaing Pisan njang berbahasa tjara lama. Lantas di kemoedian hari terseboetlah Toean Arsjad Salam njang penoeh soeka tjita sampaikan dia poenja pengantar dengan toetoeran djaman terliwat.

arsyad salam 

08.04

2008

Ada Sedia Serpis Ketek

Yang namanya bisnis kian beragam. Tapi yang ini pakai kunjungan ke rumah. Lumrahnya sih di salon atau klinik kecantikan. Bayangkan jika bel bunyi ting-tong, setelah pintu dibuka ternyata petugas pembersih dengan kaos seragam berlogo “Brazilian Waxing Service by Bang Kumis”.

brazilian waxing service

08.03

2008

Ajaran Lelananging Blog?

Ada saja peluang bisnis. Entah dari mana beliau menangguk ilmu. Boleh juga. Ayo nambah pacar — jangan nambah istri. :D

nambah pacar

08.03

2008

Blog Jadul bin Assoy Ndesit-mebo

Boleh juga tata rupa blog sang perupa Yogya yang bernama Bambang Toko Witjaksono ini. Serasa terlempar ke masa silam. Apapun yang muncul di sana, itulah bagian dari potret Indonesia. Bukankah Indonesia tak hanya batik dan tenun lurik?

bambang toko witjaksono assoy

08.01

2008

Iklan Nakal-Lucu-Cerdas

 

Ternyata iklan lawas, tapi saya baru nemu tadi. Untuk Indonesia kira-kira kenakalan macam apa ya yang elegan dan bisa diterima? Dulu di TV kita ada iklan suplemen buat yang menghasilkan intipan ibu-ibu muda ke jendela tetangganya — tapi kesannya kok maksa, aneh, wagu. Yah semuanya juga terpulang ke zaman dan latar kemasyarakatan. Pada akhir 70-an, iklan Bata di TVRI ditutup dengan manis: close up sepatu pria dan sepatu wanita berhadapan lantas tumit si wanita diangkat. Jinjit, kata orang Jawa. Apakah pesannya nyambung, itu soal lain. Tapi ada upaya bernakal-nakal yang manis, begitulah. :)

07.31

2008

Kacamata buat Blogger…

Iya, kacamata gelap multiguna buat blogger yang suka lirak-lirik dan memotret diam-diam (eh sambil goyang kepala karena ada MP3 player), kemudian jadi posting. :D  Ada sedia di Jakarta.

kacamata blogger

07.31

2008

Plaxo, Mainan Lama itu…

Lama saya tidak buka Plaxo. Kedua foto saya tidak pernah saya ganti. Itu foto lawas banget, malah satunya produksi tahun 2000 (bukan yang ada di contoh), awal saya berplaxo. Ternyata Plaxo sekarang sudah dilengkapi ini dan itu yang mengarah ke jejaring sosial — atau mungkin sejak dulu ada tapi tak peduli. Saya menggunakan Plaxo untuk mem-backup address book di Outlook dan urusan online-nya cuma sinkronisasi, bukan ke webnya. :D Terbukti selama ini Plaxo bermanfaat ketika meng-install atau reinstall mail client baru. Plaxo itu pemain lama tapi kurang popular dan kayaknya nggak cepat berkembang. Mungkin kurang funky, kurang berkesan gaul. :D

oh my plaxo!

 

Spiker Bambu untuk Lagu Suling Bambu

JVC punya micro Hi-Fi dengan spiker bergendang kayu. Audioengine punya bookshlef speakers berbodi bambu. Harga Amrik $ 449. Tertarik?

audioengine a5 bamboo

Kuli Tinta, Kuli Disket, Kuli W-Fi, Kuli…

kuli disket koran ndoro kakung

Pada abad lalu istilah kuli tinta cukup dikenal, malah kalau tak salah disebut oleh sebuah lirik lagu. Tak jelas bagi saya, tinta yang dimaksud itu tinta bolpen atau tinta percetakan. Kemudian mulai pertengahan 1980-an redaksi media cetak memakai komputer dan disket. Mungkin biar tampak keren, beberapa reporter menyebut diri kuli disket. Abad ini, tepatnya Selasa 29 Juli 2008, Koran Tempo masih menggunakan istilah kuli disket. Salah satu editor koran itu, seorang blogger, bisa bekerja di mana saja dengan laptopnya, memanfaatkan jaringan nirkabel dan internet. Mungkin di ranselnya selain ada USB flash disk juga ada floppy disk.

Bonus: kenangan disket Yeni Setiawan